Presiden Instruksikan Teliti Satu Persatu Jaringan Vaksin Palsu

Presiden Instruksikan Teliti Satu Persatu Jaringan Vaksin Palsu

0
BERBAGI
Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana berbincang dengan seorang ibu yang anaknya mengikuti vaksinasi ulang, di Puskesmas Ciracas, Jaktim, Senin (18/7).

JAKARTA-Presiden Joko Widodo mengatakan kasus terungkapnya pemberian vaksin palsu merupakan momentum untuk memperbaiki tata kelola distribusi, baik menyangkut industri farmasi maupun distribusi obat-obatan di Indonesia. Untuk itu, masyarakat tetap tenang dalam menghadapi masalah vaksin palsu.

Menurut Presiden, upaya mengungkap kasus ini harus dilakukan secara hati-hato.  Karena itu, perlu penelusuran dalam jangka waktu yang panjang, sehingga yang dirugikan dari vaksin palsu ini betul-betul terdata.  “Ini prosesnya proses agak panjang. Ini perlu didata, perlu ditelusuri, sehingga betul-betul nanti yang menjadi korban itu bisa kita tangani, bisa kita selesaikan,” tegas Presiden Jokowi kepada wartawan saat menyaksikan pemberian vaksinasi ulang kepada korban-korban vaksin palsu, di di Puskesmas Kecamatan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Senin (18/7).

Kepala Negara mengaku telah memerintahkan Kapolri maupun  Kabareskrim Mabes Polri untuk terus menerus meneliti satu persatu secara detil jaringan serta pelaku-pelaku peredaran vaksin palsu ini, sehingga ke depan tidak terulang lagi. “Tujuan kita adalah seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Saya kira goal-nya kesana. Dan ini memerlukan kehati-hatian karena menyangkut anak-anak kita,” tutur Presiden.

Dalam kunjungan itu, Presiden Jokowi menyaksikan pelaksanaan vaksinasi ulang untuk korban-korban vaksin palsu yang telah didata, baik oleh Bareskrim, Puskesmas, maupun Kementerian Kesehatan.

Hingga saat ini, untuk sekitar wilayah Ciracas yang tercatat berjumlah 167 orang. Tetapi yang menerima vaksin ulang baru 36 orang. “Jadi ini memang bertahap. Hari ini dilakukan, besok diundang lagi, berikutnya diundang lagi sampai semuanya terselesaikan sesuai data-data yang telah dilakukan,” ungkap Presiden.

Presiden Jokowi mengatakan pemberian vaksinasi ulang di Ciracas, Jakarta Timur itu baru dimulai, karena pemerintah ingin datanya data yang benar. Pemerintah juga akan melakukan pada faskes (fasilitas kesehatan) yang lain secara bertahap. “Terus, ini bertahap sampai selesai, bertahap sampai selesai, tapi satu persatu. Sekali lagi ini perlu waktu yang lama. Pak Kabareskrim tadi saya tanyakan, juga meneliti satu persatu secara detil, tidak serampangan, Kemenkes juga, di Dinas Kesehatan juga sama. Nantinya juga di Puskesmas dan rumah sakit di DKI Jakarta juga melakukan hal yang sama, supaya tidak terulang lagi,” tegas Jokowi.

Untuk masyarakat korban vaksin palsu yang belum didaftar di Puskesmas,  Presiden Jokowi menyarankan untuk mendaftar. “Silakan mendaftar, kalau belum mendaftar silakan mendaftar ke Puskesmas. Posko aduannya juga ada,”  ujar Presiden.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek dan Ketua Satgas Penanggulangan Vaksin Palsu Maura Linda.