Presiden: Islam Indonesia Jadi Panutan Dunia Mengelola Kemajemukan

84
Presiden Jokowi sebelum memberikan sambutan pada silaturahim dengan peserta Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadis, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/5).

JAKARTA-Presiden Joko Widodo mengatakan banyak negara menjadikan Indonesia sebagai panutan dalam mengelola kemajemukan. Hal ini tidak lepas dari peran umat Islam Indonesia yang terus menunjukkan pada dunia bahwa Islam sesungguhnya agama rahmatan lil ‘alamin (Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta). “Islam adalah agama yang cinta damai, agama yang menjauhi fitnah dan agama yang menjauhi kekerasan,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada silaturahim dengan peserta Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadis Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su’ud Tingkat ASEAN dan Pasifik ke-8, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/5).

Menurut Presiden, warna Islam Indonesia sangat berpengaruh didunia. Tak heran, di tengah perkembangan dan dinamika kehidupan global sekarang makin membuat banyak negara menjadikan Indonesia sebagai rule model dalam mengelola pluralisme.  “Kita menjadi panutan dalam mengelola keberagaman, sehingga negara lain belajar dari kita  Indonesia,” ujarnya.

Untuk itu, Presiden berharap agar kegiatan Musabaqah Alquran ini semakin terasa jejaknya dan manfaatnya bagi umat manusia, khususnya dalam kehidupan kebangsaan di Indonesia.

Kepada para Qori/Qoriah, Hafiz/Hafizah, Mufassir/ Mufassira yang meraih peringkat juara dalam MTQ ini, Presiden Jokowi mengucapkan selamat dan semoga prestasinya bisa terus dipertahankan di masa masa yang akan datang.

Sementara bagi yang belum berhasil, Presiden berpesan agar tidak usah kecewa. “Teruslah berlatih, memacu diri untuk berprestasi di kesempatan-kesempatan yang akan datang. Dan yang paling penting di semua adalah teruslah mensyiarkan, teruslah mengamalkan ajaran Alquran di luar kompetisi ini,” tutur Presiden Jokowi.

 

96 Peserta

Sebelumnya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam laporannya mengatakan, pelaksanaan Musabaqah yang digelar di Indonesia setiap untuk kali yang ke-8 ini merupakan kepercayaan, kehormatan dan lambang persahabatan yang tidak ternilai bagi umat Islam dan bangsa Indonesia.

Untuk tahun ini, jumlah peserta Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadis tingkat Asia Pasifik tahun 2017 sebanyak 96 orang, terdiri atas 83 orang peserta hafalan Alquran,  dan 13 orang peserta hafalan Hadis, serta 16 orang official yang datang dari 17 negara. “Pelaksanaan Musabaqah dilangsungkan di masjid Istiqlal Jakarta selama dua hari dari tanggal 2-3 Mei,” jelas Menteri Agama.

Selain Musabaqah tingkat Asia Pasifik ini, menurut Menteri Agama, setiap tahun juga dilaksanakan Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadis Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su’ud tingkat nasional, yang pada tahun 2017 ini merupakan penyelenggaraan yang kesembilan. Ia bersyukur karena jumlah peserta dari tahun ke tahun terus meningkat.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menko PMK Puan Maharani, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Selain itu, hadir juga  Pangeran Khalid bin Abdul Aziz, Duta Besar Kerajaan Arab Saudi di Jakarta, Dubes negara-negara sahabat, para peserta musabaqah hafalan Alquran dan Hadis.