Presiden: Jangan Sampai Pasar Tradisional Kalah Dengan Mall

63
Presiden Jokowi menjabat tangan warga yang antusias menyambutnya saat melaksanakan solat Jumat, di Masjid Al-Hidayah, Desa Talabiu, Kab. Bima, NTB, Jumat (29/4)

BIMA-Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Perdagangan (Mendag), Thomas Lembong agar memperluas bangunan Pasar Raya Amahami di Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  agar bisa menampung semua pedagang.  Hingga saat ini, masih ada sekitar 500 pedagangan yang belum tertampung di pasar ini. “Tadi, saya telah dibisiki oleh Walikota Bima, masih ada 500 pedagang yang belum tertampung. Sudah langsung saya perintah ke Mendag, di tambahin lagi untuk bangunan pasarnya biar semuanya bisa masuk,” kata Presiden Jokowi usai meresmikan Pasar Raya Amahami di Bima, Provinsi NTB Jumat (29/4).

“Tahun depan, saya akan lihat lagi. Ini artinya, saya akan akan datang ke Bima lagi,” jelas Presiden usai menunaikan ibadah Shalat Jumat di Masjid Al-Hidayah, Desa Talabiu, Kabupaten Bima.

Presiden Jokowi yang  didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo meminta para pedagang agar menjaga Pasar Amahami. Karena itu, penataan barang dagangan harus rapi. Ini penting agar tidak becek saat musim hujan tiba. “Semua pada posisi yang bersih tidak bau. Dagangannya ditata pada posisi yang baik,” pesan Presiden.

Presiden berharap agar pedagang  harus menjaga kwalitas. Ini penting agar asar tradisional tidak kalah dengan Mall. “Pasar rakyat tidak boleh kalah dengan Mall,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga memeriksa keadaan bangunan pasar dan melihat sejumlah los-los di kawasan itu. Selain itu, Presiden juga menyempatkan diri beramah-tamah.

Presiden mengajak diskusi pedagang tomat yang berjualan di Pasar Amahami bernama Nurjanah.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perdagangan Thomas Lembong,  Menpora Imam Nahrawi, dan Kepala Staf Presiden Teten Masduki.

Presiden Jokowi dan rombongan tiba di Bandara Sultan Mohamad Salahuddin, Bima, pada sekitar pukul 12:00 WITA, dan disambut langsung oleh Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi. Setelah itu Presiden dan rombongan langsung menuju Masjid Al-Hidayah, Desa Talabiu, guna menunaikan ibadah solat Jumat.

Kedatangan Presiden Jokowi untuk solat Jumat di masjid tersebut disambut antusias warga. Mereka berebut mendekati Presiden Jokowi untuk bersalaman maupun berselfi ria. Sebagian memanggil-manggil nama Presiden Jokowi, yang disambut Presiden dengan lambaian tangan.

Setelah melaksanakan ibadah shalat Jumat, Presiden yang mengenakan kemeja putih lengan panjang dan bercelana panjang hitam bersalaman dengan masyarakat baik yang berada di dalam masjid maupun di luar masjid yang telah menanti dan memanggil-manggil nama Presiden.