Presiden: Jangan Takut Masuk Era Persaingan

Presiden: Jangan Takut Masuk Era Persaingan

0
BERBAGI
Presiden Jokowi di tengah-tengah masyarakat Indonesia di Inggris

LONDON-Presiden Joko Widodo meminta masyarakat Indonesia untuk tidak perlu takut berkompetisi di era persaingan Masyarakat Ekonomi Asean. Penegasan ini disampaikan Presiden saat  bertemu dengan masyarakat Indonesia di Inggris di kediaman Duta Besar Inggris untuk Indonesia di London, (19/4).

Mengawali pernyataannya, Presiden Jokowi  menyampaikan pertumbuhan ekonomi pada triwulan keempat tahun 2015 sudah mulai naik. “Artinya apa, ekonomi kita cukup baik,” Presiden Jokowi memberikan motivasi.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan saat ini sudah berada di zaman dengan era terbuka dan tidak bisa ditolak-tolak lagi. “Kompetisi itu sudah masuk, sudah masuk. Siap, tidak siap harus siap,” tegas Presiden.

Saat ini Indonesia telah masuk ke ASEAN Economic Community (AEC), sambung Presiden, Masyarakat Ekonomi ASEAN sudah masuk jadi sudah tidak bisa ngomong tidak. “Jangan takut masuk ke era persaingan, jangan takut masuk ke era kompetisi, yang belum baik kita perbaiki, yang belum bagus kita perbaiki,” jelas Presiden.

Hal itu, menurut Presiden, sebagai Bangsa harus optimis untuk memenangkan pertarungan ini, bisa memenangkan kompetisi, bisa memenangkan persaingan. “Orang kita itu kalau diberikan pesaing baru lari,” jelas Presiden.

Mengenai pekerjaan yang menjadi fokus, Presiden menjelaskan ada dua hal yakni deregulasi dan pembangunan yang secepat-cepatnya infrastruktur. “Saya sudah perintah ke Menteri aturan yang mempersulit untuk dihapus semua saja,” jelas Presiden tentang deregulasi.

Terkait masalah perizinan, Presiden menjelaskan bahwa selain penghapusan izin diharapkan juga ada peningkatan bukan hanya hari namun jam dalam setiap pengurusannya. “Saya mintanya jam. Zaman online seperti ini urusannya masih berhari-hari, apa-apaan ini,” tambah Presiden.

Dalam proses mempercepat perizinan, Presiden sampaikan bahwa sekarang ini menyatakan senang sekali dengan usaha yang dilakukan dan telah dilihat oleh negara-negara lain. “Kalau ada konsistensi terus-menerus, negara ini akan makin efisien, negara akan semakin cepat bergerak, dan negara kita akan makin banyak masuk investasi,” tambah Presiden.

Pembangunan infrastruktur, menurut Presiden, seperti tol trans Sumatera dimulai awal tahun yang lalu dan saat groundbreaking disampaikan akan secara kesinambungan dilakukan pengecekan. “Kalau ada masalah, akan diselesaikan di lapangan. Kalau saya saya datang 6 kali, menterinya datang 12 kali, dan dirjen datang 24 kali,” tambah Presiden.

Di akhir pidato, Presiden Jokowi mengungkapkan sesuatu dimulai dari perencanaan dan harus dieksekusi. “Hal ini yang dilakukan untuk diperbaiki semuanya dan memenangkan persaingan dengan negara ASEAN, Eropa, klubnya Cina, dan Amerika,” pungkas Presiden Jokowi.

Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi turut didampingi oleh Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menlu Retno Marsudi, Menkeu Bambang Brodjonegoro, dan Kepala BKPM Franky Sibarani.