Presiden Jokowi Ajak Obama ke Jakarta

Presiden Jokowi Ajak Obama ke Jakarta

0
BERBAGI
Presiden Jokowi berjabat tangan dengan Presiden Obama pada KTT ASEAN -AS

LAOS-Presiden Joko Widodo menyampaikan  apresiasi pemerintah Indonesia terhadap kebijakan ‘Pivot to Asia’ yang dilakukan semasa pemerintahan Presiden Barack Obama, guna mendekatkan Amerika Serikat (AS) dengan negara-negara di Asia melalui diplomasi di bidang diplomatik, politik dan keamanan,  ekonomi pembangunan, dan juga di bidang B to B (business to business). “Indonesia menghargai kebijakan ‘Pivot to Asia’ sebagai upaya Presiden Obama mendekatkan diri dengan Asia dan menghasilkan kemitraan strategis ASEAN-AS,” kata Presiden Jokowi pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-Amerika Serikat (KTT ASEAN-AS) di National Convention Centre, Vientiane, Laos pada Kamis (8/9).
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Presiden AS Barack Obama itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan salam perpisahan kepada Presiden Obama mengingat KTT ini merupakan pertemuan terakhir ASEAN dengan Presiden Obama. “Selamat berkiprah di tempat yang baru. Saya yakin, kemanapun Presiden Obama berkiprah, akan selalu mempromosikan pentingnya kerja sama ASEAN dan Amerika Serikat,” kata Presiden Jokowi.
Tak lupa Presiden Jokowi juga mengajak Presiden Obama untuk mengunjungi teman-teman lamanya yang berada di Jakarta.
Presiden Obama sempat tinggal di Jakarta beberapa tahun.  Bahkan kisah hidupnya selama tinggal di Indonesia pernah diangkat ke layar lebar.“Saya percaya, mengunjungi teman-teman lama Presiden Obama di Taman Menteng Jakarta dapat menjadi salah satu opsi yang menarik untuk dilakukan,” ajak Jokowi
Selain itu, Jokowi juga tak lupa menyampaikan harapan positifnya untuk pemilihan presiden yang akan berlangsung di AS pada 8 November. meskipun negara-negara ASEAN tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri AS, tetapi  mengharapkan apapun hasilnya pemilu nanti, Amerika Serikat tetap akan menjadi negara yang demokratis. “Indonesia berharap agar Amerika Serikat tetap menjadi negara besar yang demokratis dan menghargai pluralisme, tetap menjadi ekonomi yang terbuka serta terus memberikan kontribusi bagi terciptanya perdamaian dan kesejahteraan dunia,” ujar Presiden Jokowi.
“Menghargai pluralisme, ekonominya terbuka, dan dapat berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas di dunia,” tutur Presiden.