Presiden Jokowi: Indonesia Kehilangan Seorang Tokoh Wanita Terbaik

22

JAKARTA-Indonesia berkabung atas berpulangnya Ibu Negara ke-6 Republik Indonesia, Ibu Kristiani Herrawati Yudhoyono (Ani Yudhoyono).

Istri dari Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono ini berpulang pada Sabtu, 1 Juni 2019 atau bertepatan dengan tanggal 27 Ramadan 1440 Hijriah dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Presiden Joko Widodo yang bertindak sebagai inspektur upacara menyebut bahwa kepergian Ibu Ani Yudhoyono membuat bangsa Indonesia kehilangan salah seorang tokoh wanita terbaiknya. Kiprah Ibu Ani semasa menjadi Ibu Negara telah memberikan inspirasi bagi banyak orang.

“Kita, bangsa Indonesia, telah kehilangan salah seorang tokoh wanita Indonesia terbaik. Seorang Ibu Negara yang penuh kasih sayang, pejuang kemanusiaan yang tulus, ibu dari sebuah keluarga panutan yang senantiasa memberi inspirasi dan teladan sebagai seorang ibu, seorang istri, dan ibu negara,” ujarnya saat memberi sambutan di upacara pemakaman Ibu Ani Yudhoyono pada Minggu, 2 Juni 2019, di TMP Kalibata.

Kehadiran seluruh pihak dalam upacara pemakaman yang dilaksanakan secara militer tersebut, menurut Presiden, dilakukan sebagai penghormatan terakhir atas kiprah dan jasa-jasa Ibu Ani semasa hidupnya. Hal ini juga sebagai bentuk penghargaan dari negara atas pengabdian almarhumah kepada negara.

“Kita hadir di sini, di Taman Makam Pahlawan Kalibata, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada beliau sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan negara dan pemerintah atas jasa, darma bakti, serta pengabdian almarhumah kepada negara dan bangsa semasa hidupnya,” tuturnya.

Kepala Negara juga memiliki pandangannya sendiri atas sosok almarhumah selama ini. Dirinya menyadari bahwa tidak mudah untuk mendampingi Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono semasa bertugas. Namun, hal itu mampu diembannya dengan sangat baik dan penuh kesetiaan. Semua itu dilakukannya untuk membangun bangsa dan negara.