Presiden Jokowi Minta Harga Gas Ditekan 5-6 Dollar AS

Presiden Jokowi Minta Harga Gas Ditekan 5-6 Dollar AS

0
BERBAGI
Presiden Jokowi didampingi Seskab Pramono Anung menjawab pertanyaan jurnalis usai meninjau Program PMT, Senin (19/9)

JAKARTA-Presiden Joko Widodo menilai, harga gas bumi di Indonesia sangat tinggi dibandingkan dengan negara-negara yang lain, terutama di ASEAN. Harga gas di Indonesia tertinggi mencapai 9,5 dollar AS/mmbtu. Itu pun masih ada juga yang harganya 11 dan 12 dollar AS/mmbtu. Sementara harga di Vietnam hanya 7 dollar AS, Malaysia 4 dollar AS, dan Singapura 4 dollar AS.

Padahal, lanjut Presiden, negara ini mempunyai potensi cadangan migas, cadangan gas bumi yang cukup banyak. “Dan sebaliknya negara-negara tersebut baik Vietnam, Malaysia, Singapura ini dapat dikategorikan mengimpor gas bumi,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas mengenai Kebijakan Penetapan Harga Gas Untuk Industri, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (4/10) .

Rapat terbatas itu dihadiri antara lain oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman/Plt Menteri ESDM Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Oleh sebab itu, Presiden meminta agar hal ini perlu segera dibenahi karena implikasinya sangat besar pada kemampuan daya saing industri nasional terutama industri keramik, industri tekstil, industri petrokimia, industri pupuk, industri baja yang sangat banyak menggunakan gas. “Jangan sampai produk industri kita kalah bersaing hanya gara-gara masalah harga gas kita yang terlalu mahal,” tegasnya.

Presiden meminta dilakukan langkah-langkah yang konkret agar harga gas kita lebih kompetitif. “Saya kemarin hitung-hitungan, hitung-hitungan, ketemunya saya kira antara 5 – 6 dollar AS/mmbtu nanti. Kalau enggak angkanya itu enggak usah dihitung saja. Syukur di bawah itu,” tegas Presiden.

Untuk itu, Presiden Jokowi memerintahkan dilakukannya penyederhanaan dan pemangkasan rantai pasok sehingga lebih efisien.

Kepala Negara juga meminta agar diperhatikan dan dijaga juga, dikalkulasi harga gas ini. Sebab, harga gas terkait dengan iklim investasi di sektor gas bumi kita. “Harga gas harus tetap menarik investor untuk investasi di sektor hulu serta mendukung pembangunan infrastruktur transmisi dan distribusi. Pertimbangkan pula aspek keberlanjutan di semua sisi, baik sisi investasi maupun sisi memperkuat daya saing industri kita,” tutur Presiden.