Presiden Jokowi Raih Gelar Warga Kehormatan Kota Seoul

Presiden Jokowi Raih Gelar Warga Kehormatan Kota Seoul

0
BERBAGI
Presiden Jokowi dan Presiden Park Geun-hye menyaksikan penandatanganan sejumlah MoU antar kedua negara, di Istana Cheong Wa Dae, Seoul, Senin (16/5).

KOREA-Kunjungan Presiden Joko Widodo ke KOrea Selatan akan focus pada kerja sama percepatan industrialisasi di Indonesia serta pengembangan industri kreatif (creative industry).

Hal ini disampaikan Presiden JOkowi saat mengunjungi pusat kreatif industri di Kompleks Digital Media City, Seoul. Di tempat ini Presiden akan meninjau pusat pembuatan drama Korea dan menonton pertunjukan musik K-Pop. “Industri kreatif yang ingin kita kembangkan adalah fashion, film, sinema, broadcasting atau penyiaran,” ujar Presiden Jokowi saat pernyataan pers bersama Presiden Park Geun-hye di Istana Cheong Wa Dae, Seoul, Senin (16/5).

Dalam pertemuan bilateral kedua kepala negara tersebut, juga ditandatangani Nota Kesepahaman di bidang industri kreatif.

Selain meninjau pusat industri kreatif di Kompleks Digital Media City, (17/5), Presiden Jokowi juga menerima dua penghargaan yaitu gelar warga kehormatan kota Seoul dari Walikota Seoul yang akan mengambil tempat di Seoul Museum History serta penghargaan dari Asia Journalist Association (AJA) di Ajou University.

Sebelum itu, pada pagi hari Presiden Jokowi bersama Presiden Park Geun-hye akan berbicara di depan para mantan Presiden dan Perdana Menteri sejumlah negara dalam acara Asian Leadership Conference yang digelar di Hotel Shilla, Seoul. Selanjutnya, Presiden akan berkunjung ke Taman Makam Pahlawan Korea untuk melakukan upacara penghormatan.

Di siang hari, Presiden dijadwalkan berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul dan akan melakukan santap siang bersama dengan para staf KBRI. Selain itu, Presiden Jokowi akan melakukan pertemuan dengan Gubernur Provinsi Gyeongsangbuk-Do, Mr. Kim Kwan-Yong di Hotel Lotte, Seoul.

Presiden didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani, dan Ketua Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.