Presiden Jokowi Sapa Warga Kademangan Cianjur Pakai Hologram

23

CIANJUR-Presiden Joko Widodo menyapa warga Kademangan, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Minggu, 7 April 2019 petang. Presiden Jokowi hadir melalui layanan virtual hologram.

Selain untuk menyapa warga Cianjur, kehadiran Presiden di lapangan Kademangan itu juga bertujuan untuk menjelaskan berbagai capaian program dan kinerja pemerintah selama lima tahun terakhir. Antara lain, pemerataan pembangunan infrastruktur, program kesehatan nasional, serta sejumlah program peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui dana desa.

Kepala Negara memulai paparannya dengan menjelaskan kondisi perekonomian nasional yang dihadapi pemerintah. Salah satunya adalah situasi perekonomian global yang fluktuatif.

“5 tahun lalu saya menerima amanah dari bapak ibu untuk memimpin bangsa ini. Banyak tantangan yang kita hadapi pada waktu itu. Salah satunya adalah ekonomi global yang kurang baik. Yang tentunya berpengaruh pada negara kita,” terang Presiden.

Menghadapi situasi itu, lanjut Presiden, pemerintah memutuskan sejumlah kebijakan yang dianggap mampu menghasilkan kesejahteraan rakyat, sambil menjaga keseimbangan perekonomian nasional menghadapi tantangan ekonomi global.

Pemerintah menilai, salah satu kebutuhan pembangunan yang sangat mendesak adalah pembangunan infrastruktur di segala sektor pembangunan, antara lain sektor industri, pertanian, pembangunan desa, dan pembangunan sumber daya manusia.

“Dengan semangat optimis, alhamdulilah, selama 5 tahun ini, kita sudah sama-sama bekerja keras untuk mengatasi masalah-masalah tadi. Memang, semuanya belum selesai. Tetapi satu per satu kita perbaiki,” tegas Presiden.

Presiden melanjutkan, sejumlah program peningkatan kesejahteraan rakyat di bindang kesehatan dan pendidikan, dimulai dengan mengeluarkan sejumlah kartu. Antara lain, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Hak-hak mereka langsung kita transfer. Uangnya langsung bisa diambil kapan saja. Tanpa antrian-antrian. Tanpa kepanasan,” ujar Presiden.

Melalui Kartu Keluarga Sejahtera, lanjut Presiden, anak-anak Indonesia dari keluarga kurang mampu dapat mendapat supply makanan bergizi, seperti telor dan susu, balita mendapat imunisasi, ibu hamil dapat mengonsumsi makanan bergizi. Selain itu, melalui KKS, anak-anak berkebutuhan khusus juga dapat terlindungi.

Melalui KIP, pemerintah memastikan terpenuhinya kebutuhan fasilitas pendidikan bagi peserta didik.
“Membeli buku, bisa membeli sepatu, dan sampai saat ini yang menerima KIP sudah lebih dari 19juta siswa,” terang Presiden.

Di bidang kesehatan, kata Presiden, KIS telah membantu kemudahan akses terhadap kesehatan masyarakat.

“Supaya mereka tidak takut berobat. Kita jamin kesehatannya sehingga tidak ada lagi istilah warga kurang mampu dilarang sakit,” ungkap Presiden.
Presiden juga memaparkan program pembangunan desa.

Menurutnya, 5 tahun lalu masih banyak desa yang tertinggal. Kesempatan warga desa untuk membangun usaha juga minim. Kondisi itu, banyak warga desa yang pindah ke kota.

Padahal, kata Presiden, desa adalah tulang punggung pembangunan desa. Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk menggelontorkan anggaran dana desa dengan jumlah yang terus meningkat tiap tahunnya.

“Dana ini dikelola langsung oleh desa, warga bisa berembuk untuk memutuskan apa yang mau dibangun, apa yang paling dibutuhkan,” papar Presiden.

Presiden juga menjelaskan tentang pembangunan infrastruktur yang gencar dijalankan pemerintah selama lima tahun terakhir.

Presiden mencontohkan, infrastruktur yang dibangun antara lain pembangunan jalan tol, pembangunan bandara dan pelabuhan.

Sejumlah infrastruktur itu, Presiden melanjutkan, dibangun dengan semangat untuk mempersatukan wilayah-wilayah di Indonesia.

Di Jawa Barat, Kepala Negara menyebut pemerintah telah mengembangkan ruas tol Bocini, dari Bogor ke Sukabumi.

“Karena saya tidak rela saudara-saudara kita di Sukabumi di Bogor, di Cianjur, tersiksa karena kemacetan,” ungkapnya.

Selain Bocini, pemerintah juga telah merencanakan pembangunan ruas tol Cigatas, Cileunyi, Garut, dan Tasyikmalaya yang bermanfaat bagi masyarakat Priangan Timur.

Tol Cigatas akan dilanjutkan ke Ciamis, Cilacap, ke Banyumas, dan kota-kota lainnya di sisi Selatan Jawa.

“Supaya Jawa bagian Selatan juga berkembang seperti di bagian Utara,” tegas Jokowi disambut tepuk tangan meriah warga yang hadir.

Presiden juga menyebut pemerintah telah membangun sejumlah waduk dan irigasi untuk membantu produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Kemudian, untuk memperkuat sektor pariwisata nasional, kata Presiden, pemerintah telah membangun sejumlah bandara. Hal itu dilakukan demi meningkatkan potensi pariwisata di daerah-daerah.

Presiden mencontohkan, pembangunan bandara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Raja Ampat di Papua Barat, Danau Toba di Sumatera Utara dan Mandalika di Nusa Tenggara Barat. Bahkan, kata Presiden, balapan MotoGP akan diselenggarakan di Mandalika dan jadi tontonan kelas dunia.

“Landasannya kita perpanjang. Fasilitasnya kita perbaiki. Sehingga penerbangan bisa semakin banyak. Dan pesawat besar-besar juga bisa mendarat. Perbaikan dan pembangunan bandara terbukti langsung menggerakan pariwisata. Tempat yang dulunya susah didatangi dan sepi, sekarang jadi sangat ramai,” terang Presiden.

Selain terkait infrastruktur, pemerintah juga telah membangun sejumlah fasilitas penerangan, kebijakan BBM Satu Harga, dan pembangunan daerah pinggiran

Milenial asal Cianjur, Arif Rahman, mengaku bangga dengan sejumlah capaian kinerja pemerintah.

Mahasiswa semester VI Universitas IBN Khaldun Bogor juga mengapresiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang telah memfasilitasi sosialisasi program pemerintah melalui layanan hologram bagi masyarakat Cianjur.

“Menurut saya, penampilan dalam bentuk hologram seperti ini sudah mewakili Presiden Jokowi seutuhnya. Kan beliau Jadwalnya padat, dengan adanya teknologi hologram jadi lebih efisien dan yang pasti keren,” katanya.