Presiden: Kekayaan Laut Harus Berikan Kesejahteraan Rakyat

Presiden: Kekayaan Laut Harus Berikan Kesejahteraan Rakyat

0
BERBAGI
Presiden Jokowi disambut Bupati Simalungun JR Saragih saat tiba di Hotel Inna Parapat, kawasan Danau Toba, Sumut, Sabtu (20/8)

SUMUT-Presiden Joko Widodo meminta agar kekayaan laut Indonesia harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Pemanfaatan kekayaan laut kita untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Presiden Jokowi ketika memberikan pengantar saat menggelar rapat terbatas di Hotel Inna Parapat, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (20/8).

Menurut Presiden, aktivitas di laut, mencakup banyak sektor, yakni perhubungan laut, maritim, industri perikananan, wisata bahari, energi sumber daya mineral yang berkaitan dengan kekayaan sumber laut dan pariwisata kelautan. “Saya kira banyak yang bisa kita  kembangkan,” tuturnya.

Presiden juga menekankan pentingnya membangun kemampuan diplomasi maritim dan kekuatan di laut. “Kita tidak bisa mengabaikan penerapan diplomasi dan kekuatan maritim kita dalam rangka menghadapi ancaman di laut, bukan hanya ilegal fishing tapi juga perusakan ekosistem laut,” tegasnya.

Presiden mengingatkan banyaknya masalah yang terjadi pada perairan Indonesia. “Laut sering digunakan untuk penyelundupan narkoba, perdagangan manusia, lalu lintas imigran gelap dan konflik perebutan sumber daya, “terang Presiden.

Turut hadir dalam rapat tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri PAN & RB Asman Abnur, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Ketua Bekraf Triawan Munaf.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat turut mendukung tol laut terutama penyediaan akses jalan menuju pelabuhan. Pelabuhan yang sudah didukung akses jalan menuju pelabuhan atau sudah terhubung dengan jalan nasional tercatat sebanyak 165 pelabuhan. Dari jumlah tersebut, 5 merupakan pelabuhan hub sebagai pintu ekspor dan perdagangan antar wilayah, 40 pelabuhan utama dan 122 pelabuhan pengumpul.

Dukungan konektivitas jalan juga disiapkan Kementerian PUPR terhadap 3 pelabuhan hub baru yangmenjadi prioritas untuk dikembangkan yakni Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai hub tol laut untuk Indonesia bagian Barat, Pelabuhan Patimban Subang yang disiapkan untuk mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok, dan Pelabuhan Bitung yang disiapkan untuk hub internasional laut.