Presiden: Kita Masih Kerja Keras Untuk Pembebasan 4 WNI

28
Presiden Joko Widodo

JAKARTA-Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa syukurnya atas telah dibebaskannya 10 Warga Negara Indonesia (WNI) Anak Buah Kapal (ABK) Brahma 2, yang telah diculik dan disandera sejak 26 Maret lalu. Namun demikian, pemerintah masih bekerja keras untuk pembebasan 4 ABK WNI yang lainnya. “Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT akhirnya 10 ABK WNI yang disandera oleh kelompok bersenjata sejak 26 Maret 2016 lalu, saat ini telah dapat dibebaskan,” kata Presiden Jokowi dalam konperensi pers yang digelar mendadak, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Minggu (1/5).

Presiden menjelaskan, posisi detik ini kesepuluh WNI itu akan diberangkatkan dari Zamboanga, Filipina menuju ke Jakarta, dan diperkirakan tengah malam nanti telah sampai di Jakarta. Adapun kondisi kesepuluh WNI itu dalam keadaan baik.

Menurut Presiden, banyak sekali pihak yang telah bekerjasama dalam pembebasan 10 WNI itu. Oleh karena itu, Presiden menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak, seluruh anak bangsa yang telah membantu proses upaya pembebasan ini, baik yang formal maupun yang informal. “Ucapan terima kasih terutama juga saya tujukan kepada pemerintah Filipina. Tanpa kerja sama yang baik upaya pembebasan tersebut tidak mungkin membuahkan hasil yang baik,” kata Presiden Jokowi.

Presiden juga menegaskan, saat ini pemerintah masih terus bekerja keras untuk pembebasan 4 ABK WNI yang lainnya, yang masih disembunyikan oleh kelompok penyandera.

Kesepuluh WNI itu dibebaskan dengan cara dibawa ke rumah Gubernur Sulu, dan kemudian dibawa ke pangkalan militer Filipina. Mereka terlihat kelelahan, tapi tetap bersemangat.

Di samping upaya pembebasan sandera, Presiden Jokowi mengingatkan adanya satu isu yang juga perlu mendapatkan perhatian yaitu keamanan di perairan perbatasan dan wilayah sekitarnya.

Oleh karena itu, lanjut Presiden Jokowi, akan diadakan pertemuan pada 5 Mei ini antara Indonesia, Malaysia, Filipina. “Yang akan bertemu adalah Menlu, Panglima TNI, Menlu dan Panglima Malaysia, Filipina, dan Indonesia,” pungkas Presiden Jokowi