Presiden: Kita Tidak Mau Kalah Dengan Negara Lain

Presiden: Kita Tidak Mau Kalah Dengan Negara Lain

77
0
BERBAGI
Presiden Jokowi saat meresmikan Jembatan Gantung Kali Galeh, Jembatan Gantung Soropadan, dan Rumah Susun Sewa Parakan Wetan, di Desa Kauman, Kabupaten Temanggung, Sabtu (17/6).

TEMANGGUNG-Presiden Joko Widodo menginginkan Indonesia maju dan tidak kalah dengan negara lain dari sisi ekonomi.

Menurut Kepala Negara, sekarang bukan lagi negara yang besar mengalahkan yang kecil, bukan negara yang kuat mengalahkan negara yang lemah, tetapi negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat. “Supaya kita cepat ya jembatan-jembatan kecil (gantung) seperti ini harus dibangun,” kata Presiden Jokowi saat secara simbolik meresmikan proyek-proyek infrastruktur di Kabupaten Temanggung Sabtu (17/6).

Adapun jembatan yang diresmikan Presiden Jokowi diantaranya Jembatan Gantung Kali Galeh, Jembatan Gantung Soropadan, dan Rumah Susun Sewa Parakan Wetan.

Pembangunan Jembatan Gantung Kali Galeh untuk menghubungkan Desa Gandurejo dengan Desa Kauman, sedangkan Jembatan Gantung Soropadan untuk menghubungkan Desa Soropadan dengan Desa Kalikuto.

Menyinggung masalah komoditas, Kepala Negara mengungkapkan, Indonesia sudah terlalu lama beraktivitas secara monoton, rutinitas, dan linier sehingga tidak berani melihat peluang peluang yang lain untuk melakukan terobosan.

“Dulu Kakao di Indonesia ini bludak (berlebih, red), jualnya bingung, ekspornya bahan mentah. Sekarang diwajibkan harus ada industri kakao disini buat coklat. Industrinya berkembang tetapi di kebun kakaonya tidak dikembangkan sehingga supply dan demand tidak imbang,” ungkap Presiden.

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta Bupati dan Gubernur harus melihat peluang-peluang itu. “Jangan rakyat diajak, di daerah lain tanam sawit semua tanam sawit. Begitu harganya jatuh, semuanya ikut jatuh,” ujarnya.

Presiden menekankan para kepala daerah untuk melihat komoditas yang menguntungkan dengan mengajak petani.

“Kita terlalu lama berfikir linier, berfikir monoton, berfikir rutinitas. Itu yang akan kita ubah agar negara baik povinsi baik daerah semuanya berlomba lomba adu kecepatan karena sekali lagi, negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat dan kita tidak mau kalah dengan negara-negara yang lain,” tegas Presiden.