Presiden Minta ‘Dwelling Time’ di Semua Pelabuhan 3,2 Hari

Presiden Minta ‘Dwelling Time’ di Semua Pelabuhan 3,2 Hari

0
BERBAGI

JAKARTA-Presiden Joko Widodo mengaku terus mengikuti perkembangan dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Persero dalam memangkas waktu bongkar muat barang (dwelling time) di Pelabuhan. Jika pada dua tahun lalu, masih 6-7 hari maka saat ini sudah  ada kemajuan karena kini dwelling time di Terminal Petikemas Pelabuhan Tanjung Priok sudah tinggal 3,2 hari, atau 3,7 hari kalau mengikuti Menteri Perhubungan (Menhub). “Yang penting sudah tiga koma. Saya sampaikan saya mintanya dua koma, entah 2,2 entah 2,5. Jangan berhenti di tiga koma sudah senang, perbaiki lagi,” tegas Presiden Jokowi menjawab wartawan usai meresmikan Terminal Petikemas Kalibaru atau New Priok Container Terminal (NPCT) 1, di Kalibaru, Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (13/9).

Tidak hanya di Tanjung Priok, Presiden Jokowi juga meminta Tanjung Perak, Belawan, dan Makassar semuanya diperbaiki. Di Belawan, kata Presiden masih 7-8 hari. “Belawan itu yang pegang Pelindo berapa tuh? (Pelindo 1). Jangan sampai 7-8 hari. Mau bersaing kayak apa kalau masih 7-8 hari bongkar muatnya, dwelling time-nya. Di Belawan coba, jangan main-main seperti itu, sudah enggak bisa lagi kita,” tegasnya.

Presiden mempertanyakan pengelola Pelabuhan Belawan, karena dari 8 crane, yang dijalankan hanya 1 crane. “Untuk apa? Tawar menawar saja, saya dahulukan tapi mana (minta uang). Terus terang mereka minta, saya minta uangnya. Enggak bisa seperti ini, saya mau berakhir cara seperti itu,” tegasnya.

Presiden memastikan akan memerintahkan Kapolri untuk menggusur di Belawan dan di Tanjung Perak kalau masih seperti itu.  Menurutnya, kalau di Tanjung Priok 3,2 di sana juga harus bisa 3,2, tempat lain juga harus bisa 3,2. “Cara-cara seperti itu masih kita teruskan, ditinggal betul kita. Negara lain terus memperbaiki, memperbaiki, kita masih 7-8 hari dwelling time-nya. Ada crane 8, dijalankan hanya satu, untuk apa? Untuk tawar-menawar, masih kita teruskan cara-cara seperti itu,” kata Presiden Jokowi .

Presiden menegaskan semua menteri di Kabinet Kerja saat ini orang lapangan sehingga tahu betul apa yang terjadi di lapangan.“Saya pikir kemarin dengan memperbaiki Tanjung Priok berarti yang lain juga mengikuti, ternyata di sini sudah lumayan baik, yang lain masih 7-8 hari. Baru 2 hari yang lalu saya terima kabar mengenai yang itu. Enggak, buat saya enggak bisa diterus-teruskan yang seperti ini,” tegas Jokowi.