Presiden Minta Evaluasi Kinerja Ekspor Indonesia

42
kompas.com

JAKARTA-Kinerja Kementerian Perdagangan mendapat soroton Presiden Joko Widodo, karena masih kalah dengan negara tetangga di ASEAN. Hal ini menunjukkan ada yang salah dengan ekspor Indonesia. Ekspor Indonesia pada 2017 mencapai 145 miliar dolar AS masih kalah dengan Thailand yang mencapai US$231 Miliar, Malaysia US$184 Miliar dan Vietnam yang mencapai US$160 Miliar. “Negara sebesar ini kalah dengan Thailand. Dengan resources dan SDM yang sangat besar, kita kalah. Ini ada yang keliru dan harus ada yang diubah,” kata Presiden saat pidato pembukaan rapat kerja Kementerian Perdagangan 2018 di Istana Negara Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Menurut Presiden, ini semua tanggung jawab Kementerian Perdagangan untuk meningkatkan ekspor Indonesia. “Ini tanggung jawab saudara sekalian,” kata Jokowi.

Presiden menyebut ada kekeliruan yang harus dibenahi sehingga ekspor Indonesia tidak kalah dengan negara-negara tetangga yang jumlah penduduk dan sumber dayanya masih dibawah Indonesia. Indonesia terlalu monoton dan mengurus pasar tradisonal saja dan tidak mau membuka pasar baru. “Kita nggak lihat Pakistan yang penduduknya 270 juta dibiarkan dan tidak diurus. Bangladesh misalnya penduduknya tidak kecil, 160 juta ini pasar besar meski sudah surplus tapi angkanya terlalu kecil. Afrika tidak pernah kita tengok, bahkan ada expo di sana kita tidak ikut. Kesalahan seperti ini yang rutin dan tidak pernah diperbaiki,” ungkapnya

Jokowi mengingatkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita untuk melakukan evaluasi dan apa yang harus dilakukan dalam meningkatkan ekspor Indonesia. “Setelah pembukaan (Raker) tolong Pak Menteri secara detail dievaluasi dan apa yang harus dilakukan. Jangan raker tapi tidak memunculkan sesuatu yang baru dan tidak memunculkan ide baru, gagasan baru agar kita bisa bersaing dengan negara lain,” katanya.

Presiden di awal pidatonya juga mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya didorong oleh dua hal, yakni investasi dan ekspor. “Sudah berulang kali saya sampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi kuncinya ada dua. Bagaimana kita bisa meningkatkan investasi dan meningkatkan ekspor, hanya itu ngak ada yang lain. Oleh sebab itu Kementerian Perdagangan sangat berperan sekali terutama di satu hal ekspor,” kata Presiden.

Dalam pembukaan rapat kerja Kemendag ini beberapa menteri dan kepala lembaga hadir, diantaranya Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mendag Enggartiasto Lukita, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko. ***