Presiden Minta Technical Assistance PBB Terkait Usaha Mikro

21
Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menerima kunjungan Ratu Maxima selaku Utusan Khusus PBB untuk Inklusi Keuangan, Kamis (1/9)

JAKARTA-Presiden Joko Widodo meminta technical assistance dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam membuat regulasi guna mempercepat akses perbankan bagi usaha mikro petani dan nelayan. Hal ini disampaikan Kepala Negara saat menerima kunjungan kehormatan Ratu Belanda, Ratu Maxima yang juga Utusan Khusus PBB untuk Inklusi Keuangan atau United Nations Secretary General’s Special Advocate (UNSGSA) for Inclusive Finance for Development. “Yang berkaitan dengan usaha-usaha mikro petani dan nelayan, supaya bisa mengakses ke perbankan dan disiapkan regulasi-regulasinya. Kita meminta dorongan dan  pembelajaran untuk bisa mempercepat itu,” ujar Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Kamis (1/9).

Dalam pertemuan selama 1 jam dengan Ratu Maxima, Presiden Jokowi  mengangkat isu mengenai inklusi keuangan (financial inclusion). “Karena beliau ini bisa mengkoordinasi, baik di United Nation (UN) maupun di World Bank, juga di foundation-foundation besar, saya minta agar bisa didorong untuk mengembangkan financial inclusion kita untuk bisa lebih cepat,” kata Presiden.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuannya dengan Ratu Maxima sebelumnya di Belanda, Presiden menyampaikan bahwa Ratu Maxima telah mengecek langsung ke lapangan mengenai tabungan pelajar. Bahkan sempat bertanya langsung kepada murid-murid dan pelajar-pelajar. “Juga mengecek implementasi di lapangan e-kios dan e-warung,” urainya.

Sedangkan terkait pengembangan fintech, Presiden menginginkan  agar teknologi financial ini didorong.  Apalagi, anak muda Indonesia sudah memiliki aplikasi maupun software fintech.

“Beliau (Ratu Maxima, red) sudah memilih dua orang untuk diberikan bantuan yang berkaitan dengan pengembangan keuangannya sehingga bisa mempercepat fintech di Indonesia,” jelas Presiden Jokowi.

Presiden juga meminta agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) memberikan dorongan kepada usaha-usaha mikro, baik yang berkaitan dengan regulasi mengenai microfinance, fintech dan collateral untuk usaha-usaha mikro.  Jika proses ini dipercapat maka nantinya akan berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi.  “Saya kira ini penting sekali karena Indonesia memiliki usaha mikro, usaha kecil yang jumlahnya memang sangat besar sekali,” kata Presiden.