Presiden: PBNU Penyangga Utama NKRI dan Pancasila

34
Presiden Joko Widodo bertemu dengan Pengurus Besar NU, Senin (7/11).

JAKARTA-Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) atas peran besarnya sehingga demonstrasi yang dilaksanakan oleh sejumlah elemen masyarakat di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (4/11) lalu, berjalan tertib dan damai. “Saya mengucap terima kasih kepada jajaran pengurus NU dari pusat sampai daerah yang telah memberikan pernyataan-pernyataan yang mendinginkan suasana, pernyataan-pernyataan yang menyejukkan suasana, sehingga pada saat demo tanggal 4 yang lalu sampai sore maghrib berjalan dengan damai,” kata Presiden Jokowi usai berkunjung ke kantor pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya Nomor 104, Jakarta Pusat, Senin (7/11).

Presiden menilai, NU telah menjadi penyangga utama dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, keberagaman, dan kerukunan antar umat beragama. “Saya kira clear, sangat jelas sekali, NU menjadi penyangga utama di bidang yang tadi saya sampaikan,” tegas Presiden.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih setengah jam tersebut, Presiden mengaku membahas banyak hal. Terutama persoalan konkret dan kerja sama antara pemerintah dengan NU guna membangun bangsa Indonesia. “Saya kira banyak hal yang perlu kita selesaikan bersama-sama antara pemerintah dengan NU di lapangan. Terutama yang berkaitan dengan ekonomi keumatan, hal-hal yang berkaitan dengan radikalisme. Saya kira banyak hal yang nanti bisa kita lakukan bersama NU dan pemerintah,” ungkap Presiden.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden yang tiba sekitar pukul 15.30 WIB didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Adapun dari pihak PBNU sendiri hadir di antaranya KH. Ma’ruf Amin (Rais Am PBNU), KH. Masdar Farid Mas’udi (Rais Syuriyah PBNU), KH. Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU), dan Ir. H. A. Helmy Faishal Zaini (Sekretaris Jenderal PBNU).

Presiden menjelaskan, pihaknya juga akan bertemu dengan pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sedianya pertemuan tersebut juga akan dilakukan hari ini. Namun, dikarenakan sesuatu hal, pertemuan tersebut akan diagendakan pada esok pagi.

“Setelah ini kami juga akan bertemu dengan PP Muhammadiyah. Harusnya hari ini, tapi karena Pak Ketua masih di Ambon, jadi besok pagi,” pungkas Presiden