Presiden Perintahkan Ambil Alih Pembangunan Jalan Tol Yang Mangkrak

17
Presiden Jokowi saat meninjau pembangunan jalan tol Cimanggis-Cibitung Seksi 1A, Selasa (21/6)

DEPOK-Presiden Joko Widodo menginstruksikan untuk mengambil alih konsensi pembangunan jalan tol yang sudah diberikan kepada swasta namun tidak kunjung dikerjakan. Perintah ini disampaikan Presiden Jokowi menanggapi banyaknya pembangunan tol yang mangkrak karena tidak segera dikerjakan, sebagaimana tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), jalan tol Cimanggis-Cibitung, dan tol Bekasi-Kampung Melayu (Becakayu). “Kita ambil alih dari swasta karena tidak dikerjakan kerjakan, konsensi sudah diberikan tidak dikerjakan ya diambil lagi. Yang penting sekarang sudah diambil alih, sudah dimulai,” kata Presiden Jokowi saat meninjau pembangunan jalan tol Cimanggis-Cibitung Seksi 1A, di Simpang Susun Cimanggis, Depok, Selasa (21/6).

Proyek pembangunan jalan tol Cimanggis-Cibitung yang konsensinya sudah diberikan kepada pihak swasta sejak tahun 2006 itu belum juga dikerjakan, hingga diambil alih pemerintah tahun 2015 lalu.

Menurut Presiden, pembebasan lahan tol Cimanggis-Cibitung itu belum ada 1% atau  baru 0,7% untuk yang sepanjang 26 km. Namun demikian, Presiden berharap kalau pembebasan lahan bisa segera diselesaikan karena anggaran sebesar Rp1,5 triliun sudah disiapkan.

“Mudah-mudahan pembebasannya tidak ada masalah, bisa diselesaikan kira-kira 2018 sepanjang 26 km selesai. Ini memang baru mulai 2015,” kata Jokowi.

Terkait adanya gugatan pemilik lahan, menurut Presiden, yang paling penting ini untuk kepentingan jutaan orang, tidak bisa dikalahkan 1-2 orang. Selain itu, proyek ini harus jalan untuk mengatasi kemacetan yang sudah amat sangat.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan tersebut adalah Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Staf Khusus Presiden Johan Bud