Presiden: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hanya Kalah Dari India dan RRT

Presiden: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hanya Kalah Dari India dan RRT

45
0
BERBAGI
Presiden Jokowi menyalami Pimpinan Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin KH Kasmudi Assidiqi, usai membuka Persinas) ASAD 2017,

JAKARTA-Presiden Joko Widodo mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kelompok 3 yang terbaik dibandingkan dengan negara-negara besar G-20. Meskipun terbaik, pertumbuhan ekonomi hanya kalah dari India dan Tiongkok (RRC).

“Korea Selatan, Meksiko, Jerman, Uni Eropa, Amerika, Arab Saudi, Jepang semuanya di bawah kita jauh. Ini yang sering kita tidak menyadari dan tidak mensyukuri,” kata Presiden Jokowi saat membuka Pasanggiri Nasional serta Kejuaraan Nasional Tingkat Remaja Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD 2017, di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Lubang Buaya, Jakarta, Selasa (8/8) .

 

Indonesia kata Presiden patut mensykuri pencapaian ini.

Pasalnya, negara Indoenesia masih pada posisi di atas 5 ditengah pertumbuhan ekonomi dunia sekarang ini memang sangat melambat dan sangat tidak baik.

“Baru kemarin diumumkan lagi untuk kuartal yang kedua 2017, Alhamdulillah berada pada masih berada pada posisi di atas 5,yaitu 5,01 persen. Ini patut kita syukuri,” ujar Presiden.

Demikian juga dengan angka inflasi . “Kalau dulu inflasi 8-9, sekarang sudah bisa ditekan,  2015 pada 3,35, 2016 Alhamdulillah 3,02, artinya pengendalian harga ini bisa dlakukan dengan baik,” akunya.

 

Presiden Jokowi mengatakan fokus pemerintah saat ini menyelesaikan proyek infrastruktur. Karena ini merupakan sangat mendasar sekali dalam rangka persaingan  dengan negara-negara yang lain. “Perbatasan diperbaiki, pelabuhan-pelabuhan besar dibangun meskipun belum selesai tapi terus akan dikerjakan agar segera selesai. Jalan tol di luar jawa juga dimulai, jalur kereta api di luar Jawa kita mulai, airport di pulau-pulau terpencil juga bisa beberapa diselesaikan dalam 3 tahun ini,” urainya.

“Dengan ini apa yang akan kita peroleh? Akan terjadi mobilitas barang dan mobilitas orang yang bisa nantinya menurunkan harga-harga bahan pokok di seluruh tanah air,” terang Presiden.

Kepala Negara mengaku belum semua proyek infrastruktur yang dibangun selesai, sehingga belum dirasakan oleh masyarakat.

“Tetapi kalau ini nanti semuanya tersambungkan, dan insha Allah sesuai dengan target yang dikerjakan, saya meyakini bahwa harga-harga diseluruh tanah air ini akan terkendali dan pada posisi yang bisa bersaing dengan negara-negara lain,” ujarnya.

Setelah infrastruktur selesai atau dalam proses akan selesai, lanjut Presiden Jokowi, pemerintah akan masuk ke dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Karena kalau airport, pelabuhan, jalan tol, jalur kereta api ini selesai, kemudian sumber daya manusianya tidak disiapkan, karakter anak-anak kita tidak disiapkan, etos kerja anak-anak tidak mulai dilatih, baik di pondok pesantren, baik di diniyah, baik di sekolah-sekolah SD-SMP-SMA/SMK, di universitas tidak disiapkan secara baik, percuma yang fisik-fisik tadi,” pungkasnya.