Presiden Resmikan 5 Pelabuhan di Maluku dan Maluku Utara

87

TOBELO-Presiden Joko Widodo meresmikan beberapa proyek pelabuhan yang menjadi bagian tol laut wilayah Indonesia timur, di antaranya Pelabuhan Tobelo, sekitar 41 km dari Bandar Udara Gamar alamo, Desa Dakulamo, Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara. Hal ini merupakan rangkaian kunjungan kerja Presiden Jokowi, setelah sempat bermalam di Kabupaten Pulau Morotai.

Pada pagi harinya, Presiden mendadak meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Daruba di Desa Juanga, Morotai Selatan, pada hari ketiga kunjungan kerjanya ke Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat, Rabu (6/4).

Presiden didampingi Ibu Negara Iriana meninggalkan Pulau Morotai, Maluku Utara, menuju Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara, sekitar pukul 09.15 WIT.

Pelabuhan Tobelo dibangun tahun 2008 dan selesai pada tahun 2015 dengan total pembiayaan sebesar Rp 163 miliar. Fasilitas yang dibangun adalah Dermaga General Cargo seluas 174×8 M2, Dermaga Penumpang I seluas 50×10 M2, Dermaga Penumpang II seluas 85×10 M2, Dermaga Peti Kemas II seluas 170×20 M2, Trestle General Cargo seluas 12×6 M2, dan Trestle Peti Kemas seluas 64×10 M2. Selain itu, fasilitas darat yang dibangun adalah Kantor seluas 15×6 M2, Lapangan Penumpukan Barang I seluas 10.118 M2, Lapangan Penumpukan Barang II seluas 20.000 M2, Gudang seluas 10×30 M2, lapangan parkir, pos jaga, jalan induk dan jalan poros.

Pelabuhan Tobelo memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 10.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 10 mLWS. Pelabuhan Tobelo yang berada di Kabupaten Halmahera Utara adalah pelabuhan pengumpul yang berfungsi sebagai prasarana bongkar muat barang dan penumpang di kabupaten Halmahera Utara.

Selain Pelabuhan Tobela, Presiden Jokowi juga akan meresmikan Pelabuhan Galela yang mulai dibangun tahun 2006 dan selesai tahun 2015. Pelabuhan ini dibangun dengan total pembiayaan sebesar Rp 35,4 miliar. Fasilitas yang dibangun adalah Dermaga seluas 130×8 M2, Causeway seluas 17×6 M2, dan Trestle seluas 28×6 M2. Area darat juga dilakukan pembangunan untuk fasilitas kantor, lapangan penumpukan barang, terminal penumpang 150 m2, bangunan pos jaga, bangunan gudang, bangunan gedung serbaguna (12×8) m2, sarana ibadah (musholla) (8×6) m2, dan lapangan parkir.

Pelabuhan Galela memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 5 mLWS. Pelabuhan Galela adalah pelabuhan pengumpan lokal yang juga berada di Kabupaten Halmahera Utara dan berfungsi sebagai prasarana dan sarana transportasi masyarakat Kabupaten Halmahera Utara.

Sementara pelabuhan  di Provinsi Maluku yang juga akan diresmikan Presiden Jokowi dalam kesempatan itu adalah Pelabuhan Tutu , Pelabuhan Wonreli, dan Pelabuhan Pulau Teor.

‎Pelabuhan Tutu Kembon merupakan pelabuhan non-komersial yang dibangun mulai tahun 2012 sampai dengan tahun 2015 dengan total pembiayaan Rp 157 miliar. Fasilitas yang dibangun adalah Dermaga seluas 70×8 M2, Trestle seluas 550×6 M2, dan Causeway seluas 310 x 6 M2. Pelabuhan Tutu Kembong memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 5 mLWS.

Sedangkan fasilitas darat yang dibangun adalah terminal dan kantor seluas 250 M2, bangunan pos jaga 9 M2, dan rumah pompa dan genset 1 unit. Pelabuhan Tutu Kembong yang berada di Kabupaten Maluku Tenggara Barat merupakan pelabuhan pengumpan lokal yang berfungsi sebagai prasarana bongkar muat barang dan penumpang serta sebagai prasarana kapal perintis di Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Pelabuhan Wonreli mulai dibangun pada tahun 2010 dan selesai pada tahun 2015 dengan total biaya sebesar Rp 54,5 miliar. Fasilitas yang dibangun terdiri dari Dermaga seluas 120×8 M2, Trestle I seluas 68×6 M2, Trestle II seluas 68×6 M2, dan Causeway seluas 250×6 M2. Selain itu, area darat pelabuhan juga dikembangkan untuk lapangan penumpukan barang seluas 2.000 M2, kantor, terminal penumpang seluas 300 M2, pos jaga, genset, gudang, dan area parkir kendaraan.

Pelabuhan Wonreli memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 6 mLWS. Pelabuhan Wonreli yang berada di Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya merupakan pelabuhan pengumpan lokal dan berfungsi sebagai prasarana dan sarana transportasi masyarakat Kab. Maluku Barat Daya.

Sementara, Pelabuhan Pulau Teor dibangun sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2015 dengan biaya sebesar Rp. 42,6 miliar. Fasilitas yang dibangun terdiri dari Dermaga seluas 70×8 M2, Trestle seluas 50×6 M2, dan Reklamasi seluas 100×50 M2. Fasilitas darat yang juga dibangun adalah kantor, gudang dan terminal penumpang. Pelabuhan Pulau Teor yang terletak di Kabupaten Seram Bagian Timur ini memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 5 mLWS.