Presiden: Revitalisasi Pasar Tradisional Juga Dibarengi Perbaikan Manajemen

43
Presiden Jokowi meninjau Pasar Pharaa, Sentani, Papua (30/4).

PAPUA-Keberpihakan Presiden Joko Widodo terhadap pengembangan pasar tradisional di Indonesia sangat besar. Hal ini terlihat dari kunjungan kerja ke Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Papua yang memfokuskan pada revitalisasi pasar tradisional.

Setelah meresmikan Pasar Raya Amahami, Kota Bima, NTB, Kepala Negara langsung menghadiri groundbreaking Pasar Budaya Mama-Mama Papua di Jayapura, Papua.

Selepas dari Pasar Mama-Mama, Jokowi meninjau Pasar Pharaa Sentani dan meresmikan Pasar Rakyat Doyo Baru Sentani. “Kunjungan kita kali ini memang konsentrasinya di urusan pembangunan pasar tradisional,” ujar Presiden kepada wartawan saat meninjau Pasar Pharaa, Sentani, Jayapura (30/4).

Presiden Jokowi menekankan, revitalisasi pasar tradisional tidak hanya perbaikan fisik tetapi juga perbaikan manajemen dan modal. “Perbaikan manajemen, juga perbaikan modal, dan pendampingan-pendampingan seperti itu yang saya kira diperlukan,” ujar Presiden.

Presiden menambahkan dengan adanya permodalan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bunganya hanya 9%, maka perbankan akan mendampingi perbaikan manajemen pedagang di pasar.  Untuk itu, Presiden berharap agar manajemen dibuat simple. Proses yang sederhana ini sangat penting agar pedagang bisa bankable. “Manajemen sederhana lah, uang masuk-uang keluar harus ada. Kalau sudah pinjam ke bank, KUR, itu harus ada uang masuk-uang keluar, uang masuk-uang keluar, untung berapa,” kata Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah bersinergi guna menopang  program revitalisasi pasar ini. “Daerah yang punya lahan, pusatnya ini dari BUMN, ini yang ngerjain BUMN, nanti yang mengatur pedagang dan lain-lainnya biar Pak Gub (Gubernur) dan Pak Bupati,” terang Presiden.