Presiden RRT Setuju Tingkatkan Impor Buah Indonesia

Presiden RRT Setuju Tingkatkan Impor Buah Indonesia

0
BERBAGI
Pertemuan bilateral Presiden Jokowi dan Presiden Xi Jinping bersama delegasi kedua negara di West Lake State Guest House, Huangzhou, RRT, Jumat (2/9)

TIONGKOK-Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping menyampaikan keinginan negaranya untuk mendorong agar produk-produk atau buah-buah tropis Indonesia dapat masuk ke Tiongkok. Untuk itu, fasilitas impor Indonesia buah-buah tropis akan dipermudah. Dengan demikian, diharapkan defisit perdagangan akan dapat dipersempit.

Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi yang turut mendampingi Joko Widodo saat bertemu dengan Presiden  Xi Jinping, di West Lake State Guest House, Huangzhou, RRT, Jumat (2/9).

Menlu menuturkan, pertemuan kedua pemimpin negara berlangsung dengan baik, akrab dan sangat produktif. “Sebagai tuan rumah tentunya Presiden RRT menerima banyak sekali tamu. Dan Presiden Jokowi adalah tamu pertama yang diterima oleh Presiden Xi. Pertemuan dilakukan di dalam dua tahap, satu pertemuan dalam bentuk yang besar, kemudian pertemuan dalam bentuk four eyes (empatt mata, red),” kata Retno.

Retno mengatakan ada dua materi inti yang dibahas dalam pertemuan ini. Fokusnya, pertemuan tentang kerja sama ekonomi yakni. Pertama, upaya untuk meningkatkan perdagangan, guna mempersempit gap defisit perdagangan dengan Tiongkok,  kedua saol investasi dan ketiga soal pariwisata. “Tadi Presiden Xi sudah langsung mengatakan keinginan pemerintah Tiongkok untuk mendorong agar produk-produk atau buah-buah tropis Indonesia dapat masuk ke Tiongkok. Itulah yang memang selama ini kita perjuangkan. Karena memang untuk dapat masuk banyak sekali standar-standar yang harus dipenuhi dan proses untuk registrasinya juga memakan waktu yang cukup lama,” jelas Retno.

Presiden Xi Jinping, ungkap Menlu, sudah mengatakan akan mendorong agar impor Indonesia untuk buah-buah tropis itu akan dipermudah. Dengan demikian, diharapkan defisit perdagangan akan dapat dipersempit.

Menlu juga menyingung mengenai rencana kunjungan Presiden Jokowi ke Alibaba Group. “Kalau kita bisa meningkatkan ekspor terutama dari UMKM melalui platform-nya Alibaba, ini adalah upaya kita untuk menutup gap atau menutup defisit perdagangan kita dengan Tiongkok,” terangnya.

Selain perdagangan, lanjut Menlu, pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Xi Jinping juga membahas masalah investasi. Kedua pemimpin sepakat meningkatkan quality investment di bidang manufacturing dan infrastruktur.

Selain itu, pembicaraan kedua kepala negara juga membahas soal pariwisata.  Presiden Xi juga menyampaikan akan mendorong masyarakat Tiongkoku untuk berkunjung ke Indonesia. Apalagi, Indonesia sudah mulai menjadi salah satu destinasi yang populer untuk masyarakat Tiongkok dalam merencanakan kepergian mereka atau wisata mereka ke luar negeri.

Selain itu, lanjut Menlu, Presiden juga mendorong kerja sama di bidang bilateral currency swap arrangement. Kerja sama ini sudah berlaku dari tahun 2013 sampai 2016 dengan nilai sebesari 100 miliar dollar AS. “Ini sudah mendekati 2016, sehingga kita menegosiasikan lagi untuk perpanjangan untuk 3 tahun ke depan sampai tahun 2019, dengan nilai 130 miliar dolar AS. Tadi juga Presiden Xi sudah sepakat bahwa akan dilanjutkan sampai 2019 dengan nilai 130 miliar dollar AS,” ungkap Retno.

Isu yang lain, menurut Menlu, adalah dalam konteks Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Presiden mengusulkan kiranya Indonesia dapat menjadi regional office dari AIIB.
“Presiden Xi juga sangat mendukung Indonesia menjadi regional office dari AIIB nanti pada waktunya,” ungkap Retno seraya menyebutkan bahwa sudah ada proyek infrastruktur di tanah air yang dibiayai AIIB, yaitu Urban Slum Development Project.