Presiden Targetkan 2018 Pertumbuhan Ekonomi 6% Lebih

75
Presiden Jokowi memberikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/11)

JAKARTA-Presiden Joko Widodo menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 berada di angka 6% lebih meskipun untuk mencapai angka itu tidak mudah. “Saya menginginkan, agar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2018 itu, angka pertumbuhan ekonomi bisa mencapai di atas 6% lebih meskipun, tentu saja untuk mencapai itu tidak mudah,” kata Presiden Jokowi dalam arahannya pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/11).

Untuk itu jelas Presiden, pemerintah akan terus melakukan pembenahan lewat berbagai regulasi yang dihasilkan. Salah satunya dengan memberikan kemudahan investasi. “Saya kira yang paling penting investasi ini harus tumbuh di atas 10%. Saya tidak tahu tahun yang lalu berapa, tahun ini berapa. Nanti mungkin Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kalau ada bisa menyampaikan perkiraan-perkiraan seperti apa, dan apa yang harus kita lakukan,” kata Presiden.

Guna mencapai pertumbuhan ekonomi 6% kata Presiden  konsumsi mestinya bisa tumbuh di atas 5%. “Ekspor juga sama harus bisa tumbuh di atas 4%. Impor juga tumbuh paling tidak 2-3%,” ujarnya.

Dalam pengantarnya, Kepala Negara meminta jajaran pemerintah agar segera mempersiapkan pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2017. Termasuk di antaranya dengan segera mempersiapkan proses pra lelang sehingga Januari semuanya betul-betul bisa dimulai. “Ini saya kira sudah mengingatkan 2 kali, tahun lalu tahun kemarin sudah saya sampaikan ini. Ini saya ulang lagi agar penyiapan proses pra lelang untuk seluruh kegiatan saya kira disiapkan. Sehingga Januari sudah nantinya sudah ada pelaksanaan,” tuturnya.

Tahun ini, menurut Presiden Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pertanian sudah dimulai pelaksanaan di Januari dan bukan lelang. “Sehingga yang kita harapkan yang lain juga seperti itu,” ujarnya.