Presiden: Tren Perdagangan Indonesia-Serbia Meningkat 85%

82
Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana menyambut kunjungan Presiden Serbia Tomislav Nikolic yang didampingi istrinya Dragica Nicolic, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/4)

JAKARTA- Pemerintah Indonesia akan memprioritaskan kerjasama di bidang ekonomi terutama di bidang perdagangan dan investasi dengan Negara Serbia. Data menyebutkan tren perdagangan kedua negara meningkat  secara signifikan yaitu 85% dalam 5 tahun terakhir.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo saat menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Serbia Tomislav Nikolic, yang datang bersama istrinya Dragica Nicolic, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/4).

Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama kepala negara Serbia ke Indonesia  dalam 58 tahun terakhir.

Meski demikian, Presiden Jokowi mengharapkan akses pasar bagi produk-produk kita dapat diperluas, hambatan tarif non-tarif  juga kita harapkan dapat diturunkan atau  dihilangkan.

Presiden Jokowi juga menyebutkan,  investasi Indonesia terus menunjukan  peningkatan  di Serbia, terutama investasi produk  makanan. “Presiden Serbia telah memberikan  dukungannya untuk investasi Indonesia di Serbia,” kata Presiden Jokowi.

“Saya juga ingin mendorong agar kerja sama dialog terus dilakukan dan kita sepakat untuk mendorong people to people contact dengan meneruskan pemberian  beasiswa Darmasiswa dari  Indonesia, dan beasiswa dari Serbia,” ujar Kepala Negara.

Presiden Jokowi mengaku senang sekali menerima kunjungan Presiden Serbia Tomislav Nikolic ke Indonesia ini. “Saya ingat pertemuan kita yang produktif di Paris, November yang lalu.  Dan saya yakin pertemuan kali ini akan semakin memperkuat kerjasama kedua negara baik secara bilateral,regional maupun global,” ujar Presiden.

Selain kerjasama secara bilateral di bidang ekonomi, Presiden juga berjanji akan menjalin kerjasama di bidang sosial dan budaya terutama di bidang pendidikan. “Secara regional dan global saya juga mau mengangkat isu terorisme dan isu migrasi,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu dalam keterangan pers bersama, Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia dan Serbia memiliki ikatan sejarah yang kuat. Ia menyebutkan, dua  negara memiliki peran  yang sangat penting bagi cikal bakal lahirnya gerakan Non Blok. “Hari ini kita tadi membahas peningkatan kerja sama yang konkret. Kerja sama yang nyata yang dapat dikembangkan oleh kedua negara,” ungkap Presiden Jokowi.

Pada kesempatan menerima Presiden Serbia itu, juga dilakukan penandatanganan dua dokumen kerja sama, yaitu persetujuan  bebas visa bagi pemegang paspor  diplomatik dan dinas dan  program kerjsama di bidang pendidikan.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menlu Retno Marsudi, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Mendikbud Anies Baswedan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Menpora Imam Nahrawi, Jaksa Agung HM Prasetyo, dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.