Presiden Tunjuk Sri Mulyani Jadi Menkeu

Presiden Tunjuk Sri Mulyani Jadi Menkeu

0
BERBAGI
Menkeu Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA-Presiden Joko Widodo menunjuk Managing Director Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati, sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Bambang Brodjonegoro. Wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia sejak 1 Juni 2010 mengaku merasa terhormat dengan kepercayaan pemerintah ini. “Saya merasa terhormat diminta kembali oleh Bapak Presiden. Untuk bisa bekerja sama bersama arahan Menteri Kabinet yang lain, untuk bisa menjalankan di sisa masa kabinet ini. Semoga ini bisa tercapai,” kata Sri Mulyani kepada wartawan usai pelantikan Menteri Negara Kabinet Kerja, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/7).

Sri Mulyani berjanji akan melakukan yang terbaik untuk mensukseskan program Presiden.  Untuk itu, dalam tahap awal, dia akan melihat struktur anggaran,  baik secara politis dan hukum yang telah dibuat Menkeu sebelumnya. “Karena sudah enam tahun, saya akan melihat bagaimana struktur anggaran, termasuk kesepakatan pemerintah dengan DPR. Dan tentu saja, di dalam rangka untuk mengelola  perekonomian, agar kinerja dari sisi penciptaan lapangan kerja, dari sisi pengentasan kemiskinan, dari sisi isu-isu yang harus ditangani dengan sungguh-sungguh, agar bisa menciptakan pertumbuhan dan kepercayaan dari masyarakat,” tambah Sri Mulyani.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan Indonesia harus memperkuat perekonomian nasional untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang melambat dan penuh kompetisi.
“Harus perkuat eknomi nasional menghadapi tantangan ekonomi global yang melambat dan penuh kompetisi,” kata Jokowi ketika mengumumkan perombakan Kabinet Kerja untuk kedua kalinya di teras belakang Istana Merdeka Jakarta, Rabu.

Presiden yang didampingi Wapres Jusuf Kalla, Mensesneg Pratikno dan Seskab Pramono Anung, menyebutkan menjelang dua tahun kepemimpinannya, tantangan yang muncul tidak semakin ringan.
“Kita harus mengurangi kemiskinan, kesenjangan kaya miskin dan antarwilayah. Inilah masalah yang harus kita percepat penyelesaiannya,” katanya.

Menurutnya, pemerintah harus membuka lapangan kerja seluas-luasnya untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Presiden menyebutkan tantangan terus berubah dan perlu kecepatan bertindak dan ambil keputusan. Pemerintah harus bertindak yang dampaknya langsung dinikmati rakyat baik untuk jangka pendek, menengah maupun panjang. “Saya selalu ingin maksimal bekerja lebih cepat, efektif, tim solid sehingga hasilnya nyata dalam waktu secepatnya, berdasarkan itu saya dan Wapres melakukan perombakan kabinet kedua,” tegasnya.

Lebih lanjut Sri mengatakan akan menggunakan semua instrumen Pemerintah baik dari sisi anggaran maupun sisi kebijakan agar bisa mengakselerasi kegiatan ekonomi sehingga ekonomi bisa bertahan dari goncangan atau dari tekanan terutama dari lingkungan global yang sangat sulit saat ini ini. “Saya juga akan terus memperkuat pondasi perekonomian kita apakah dari sisi masyarakat, apakah itu dari sisi private sector, dan tentu juga dari sisi government,” tambah Sri Mulyani.