Presiden: Untuk Kepentingan Rakyat, Pemerintah Akan Cawe-Cawe

12
Presiden Joko Widodo

JAKARTA-Presiden Joko Widodo menyaksikan penandatanganan sejumlah proyek strategis yang menjadi prioritas nasional.  Proyek tersebut yakni, PLTU Jawa Tengah, Jalan Tol Manado-Bitung, jalan tol Balikpapan- Samarinda, jalan tol Pandaan-Malang, jalan tol Serpong-Balaraja dan jalan tol Terbanggi Besar- Kayuagung, yang merupakan bagian dari penugasan PT  Hutama Karya untuk membangun jalan tol Trans Sumatera.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengingatkan agar penandatanganan itu tidak hanya seremonial saja.  Karena itu, diharapkan agar proyek ini tidak ingin hanya berhenti ditandatangan saja. “Di lapangan pengerjaan pasti saya ikuti, dan kita semuanya berharap rakyat bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” kata Presiden di Istana Negara, Kamis (9/6).

Menurut Presiden, proyek strategis nasional yang digarap ini merupakan proyek berskala besar. Untuk itu, pemerintah akan ikut cawe-cawe menyelesaikan masalah yang ada demi kepentingan rakyat. “Kalau ini tidak dimulai, saya sudah membayangkan  2019 itu byarpet-nya akan tambah meluas. Karena kebutuhan listrik setiap tahun selau bertambah. Begitu ini tidak selesai, investor akan mikir-mikir,” jelasnya.

Presiden Jokowi meminta investor agar proyek ini jangan sampai mundur. Apalagi sekarang ini, sejumlah persoalan yang menghambat sudah diatasi. “Kerjakan 3 shift,  2019 sesuai janji harus selesai. Saya ikuti, saya pastikan. Nanti saya cek 2-3 kali ke lapangan, pasti,” tuturnya.

Presiden menegaskan, urusan ketersediaan listrik ini sangat penting. Pasalnya, listrik tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan industri besar, tetapi juga ini urusan untuk industri kecil yang ada di kampung itu. “Jangan dipandang enteng. Kalau listrik kurang, anak-anak belajarnya menjadi juga tidak termotivasi,” ujar Presiden.

Sementara itu, terkait dengan jalan tol, Presiden mengaku persoalan hampir sama. “Ada beberapa yang sudah bergerak tetapi terkendala oleh pembebasan lahan.   Ada yang urusannya pemerintah, ada yang urusannya dengan rakyat. Yang pemerintah , juga sebenarnya urusan kecil karena lewat misalnya lewat perkebunan, lewat hutan konservasi,” urainya.