Produk Cirebon Dipacu Bersaing di Pasar Internasional

44

CIREBON-Pameran Pangan Nusa (PPN) dan Pameran Produk Dalam Negeri Regional (PPDNR) yang digelar oleh Kementerian Perdagangan merupakan sarana pembelajaran untuk meningkatkan kualitas produk nasional agar dapat mAasuk dalam rantai nilai perdagangan internasional yang dapat mendongkrak peningkatan ekspor nasional. Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Srie Agustina saat peresmian PPN dan PPDNR 2013 di Cirebon, Jawa Barat, Jum’at, (28/6).

Selain itu, menurut Dirjen Srie, PPN dan PPDNR juga bertujuan memberikan akses pasar dan promosi produk UKM unggul, memicu pengembangan produk yang berkualitas, bermutu, dan berdaya saing tinggi, serta dapat juga dijadikan sarana untuk peningkatan jejaring pemasaran antar peserta yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat positif bagi UKM untuk bersaing baik di pasar dalam negeri maupun di luar negeri.”

PPDNR merupakan rangkaian upaya identifikasi produk potensial wilayah setempat sehingga dapat membina para pelaku usaha untuk terus berkembang skala usahanya dan juga merupakan bukti keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha kecil dan menengah. PPDNR akan menampilkan hasil karya anak bangsa yang berasal dari SMK 1 Cirebon yang telah berhasil merakit monitor LCD, serta produk-produk unggulan daerah lainnya seperti kerajinan tangan, tas, kerajinan batik, busana muslim dan berbagai kerajinan rotan.

Sementara itu, PPN dimaksudkan untuk menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap produk-produk dalam negeri, terutama produk potensial daerahnya. PPN berusaha memamerkan dan membina usaha kecil dan menengah untuk meningkatkan akses pasar mereka dan juga membuka kesempatan para pelaku usaha untuk belajar mengolah produk mereka menjadi lebih unggul, berdaya saing dan memiliki nilai tambah produk yang lebih meningkat.

Beberapa contoh produk yang akan ditampilkan antara lain aneka produk kuliner khas Cirebon seperti mie kocok, empal gentong, nasi jamblang, olahan buah nanas; produk-produk olahan udang, seperti terasi dan kerupuk; serta buah kawista, dan olahan pangan tradisional lainnya yang menjadi unggulan kota Cirebon. “Pameran Pangan Nusa tidak hanya akan menampilkan berbagai produk tradisional dan olahan unggulan kota Cirebon, tetapi juga mendatangkan banyak UKM dari kota lain guna membuka jejaring usaha antar pelaku usaha,” imbuh Srie.

Pameran tersebut juga menampilkan area tematik bekerja sama dengan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menampilkan beragam produk olahan dari mocaf, sagu, pisang, ubi jalar dan keribang, serta area tematik produk karya anak bangsa, yaitu Kendaraan Esemka.

Sebanyak sembilan provinsi berpartisipasi pada pameran yang berlangsung pada 28 Juni-1 Juli 2013, yaitu Prov. Aceh, Prov. Sumatera Barat, Prov. Bengkulu, Prov. Kepulauan Bangka

Belitung, Prov. Kalimantan Tengah, Prov. Nusa Tenggara Timur, Prov. Sulawesi Tengah, Prov. Gorontalo dan Prov. Papua Barat bersama peserta UKM tuan rumah dari Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat. Sementara itu, jumlah peserta yang turut berpartisipasi berjumlah 100 UKM, yang terdiri dari 50 peserta PPN dan 50 peserta PPDNR.