Produk Kecantikan Indonesia Sukses Raup Rp 6,89 M di Dubai

77

DUBAI- Kementerian Perdagangan (Kemendag) semakin gencar mengikuti berbagai pameran dan promosi. Dari Dubai, produk-produk kosmetik Indonesia berhasil meraup Rp 6,89 miliar dalam pameran Beautyworld Middle East 2016 yang berlangsung pada 15-17 Mei 2016 lalu di Dubai World Trade Centre, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Para pembeli tidak hanya berasal dari UEA, tetapi juga dari Rusia, Armenia, Pakistan, dan India.  “Sebagian besar pengunjung yang datang tertarik dengan produk bulu mata palsu, kosmetik, serta produk-produk alami seperti produk spa dari Indonesia. Total potensi transaksi yang berhasil tercatat selama pameran ini sebesar Rp 6,89 miliar,” tutur Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Dubai, Gusmalinda Sari.

Gusmalinda menyatakan kebutuhan pasar produk kosmetik, perawatan rambut, dan fragrance di Uni Emirat Arab (UEA) masih cukup besar. “Pada tahun 2018 mendatang, nilai ritel untuk produk kecantikan dan perawatan tubuh di Timur Tengah dan Afrika diperkirakan akan mencapai USD 30 miliar. Itu artinya wilayah ini akan menjadi wilayah dengan pertumbuhan tercepat ketiga di dunia untuk sektor kecantikan,” jelas Gusmalinda.

Berdasarkan laporan Euromonitor, tingkat belanja per kapita penduduk UEA terhadap produk perawatan tubuh mencapai USD 1,64 triliun pada tahun 2015. Dengan produk fragrance merupakan jenis produk dengan tingkat pembelanjaan tertinggi yang mencapai USD 423 juta, diikuti oleh produk perawatan rambut dengan nilai USD 258 juta, produk kosmetik yang mencapai USD 168 juta, dan produk perawatan kulit yang mencapai USD 165 juta. “Para pengusaha Indonesia harus mampu memanfaatkan peluang ini,” tegas Gusmalinda.

Pameran ini diikuti oleh 1500 peserta dari 60 negara di seluruh dunia. Ada 17 perusahaan asal Indonesia yang berpartisipasi dalam pameran ini, lima diantaranya difasilitasi oleh ITPC dan KJRI Dubai, dan 12 perusahaan Indonesia lainnya berpartisipasi secara mandiri. Lima perusahaan yang difasilitasi yaitu PT Surabaya Indah Permai (herbal oil), PT Bio Takara (eye leashes), Tirta Ayu Spa (spa product), Anne Kania (cosmetics), dan PT Sumber Multi Atsiri (sandal wood).

Sedangkan 12 perusahaan Indonesia lainnya yaitu Jac Eyelashes (eye lashes); PT MCI Soaps & Oils (soap); PT Classic Exportindo (cosmetics); PT New Red & White Manufactory (aluminum monobloc can); PT Goldion Alumindo Utama (aluminum monobloc can); PT ICC Indonesia (palm oil); PT Orson Indonesia; PT Midas Indonesia (cosmetics, skin care, hair & nail accessories); PT Aulia Cosmetic Indonesia (cosmetics), PT Ancol Terang Metal Printing (packaging); PT Gautama Indah Perkasa (cosmetics); PT Kino Indonesia (personal care); PT Unicare Kharisma Sakti Indonesia (personal care).

Beautyworld merupakan pameran terbesar dalam bidang produk skin care, perawatan rambut, dan parfum. Selama pameran berlangsung, sebanyak 200 orang mengunjungi stan ITPC Dubai. Sementara itu, inquiry yang masuk melalui stan ITPC Dubai mencapai 50 inquiry.

Pameran ini secara resmi dibuka oleh United Arab Emirates Minister of Environment and Water, and Chairman of the Board of Emirates Authority for Standardization and Metrology (ESMA), H.E. Dr. Rashid Ahmed bin Fahad.

Gusmalinda juga mengimbau para pengusaha Indonesia yang bergerak dibidang produk kosmetik, perawatan rambut, dan parfum untuk memanfaatkan pameran Beautyworld tahun depan. “Hal ini sangat penting, guna memperluas jaringan bisnisnya di UEA dan Gulf Cooperation Council (GCC), serta yang lebih besar lagi adalah wilayah Middle East and Africa (MENA),” tuturnya.