Profesor LIPI: Agus Yudhoyono Bukan Untuk DKI, Tapi Disiapkan ke Pilgub Jatim

932
Guru Besar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hermawan Soelistyo

JAKARTA-Pengamat politik yang juga Guru Besar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hermawan Soelistyo mengatakan tampilnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam ajang kontestasi pilgub DKI Jakarta sebenarnya hanyalah bantu loncatan untuk mengukur tingkat  keterimaan publik. Sebab sesungguhnya putra mahkota Cikeas ini telah dipersiapkan oleh Partai Demokrat menjadi calon gubernur Jawa Timur. “Saya kira, Agus bukanlah lawan yang setara untuk Basuki. Penampilannya sangat tidak menyakinkan. Sehingga sangat sulit dipilih oleh warga DKI Jakarta yang sangat rasional dalam memilih pemimpin,” ujar Kiki sapaan akrab Guru Besar LIPI ini di Jakarta, Jumat (18/11).

Kini mengaku mendapat informasi dari think tanknya Partai Demokrat, prihal tampilnya putra SBY ini di Pilgub DKI Jakarta. Agus ternyata memang tidak disiapkan untuk pilgub DKI Jakarta. Namun keikutsertaan Agus dalam kontestasi pilkada DKI sebagai ajang latihan untuk menuju calon gubernur Jawa Timur. “Saya dengar pembicaraan think tanknya Partai Demokrat, Agus sebenarnya dipersiapkan menuju Jawa Timur 1,” tuturnya.

Pilgub DKI Jakarta menjadi etalase bagi Agus sehingga lebih mudah bertarung di Jatim ini. Bahkan perkiraan untuk menang memang lebih besar di Jawa Timur. “Jadi, kalau Agus maju di pilgub Jatim 2018 nanti, dia berpeluang menang. Ini sebenarnya tahapan Agus menuju calon presiden pada 2019 nanti. Saya perkirakan, SBY akan mengusung putranya itu menjadi kandidat capres,” tuturnya.

“Kalaupun Agus gagal menjadi presiden kelak, setidaknya dia punya modal/tiket untuk menjadi menteri,” ujarnya.

Menurutnya, mengharapkan Agus Yudhoyono menang di pilgub DKI Jakarta sangat susah. Pasalnya, hasil kerja Gubernur petahana Ahok ini, sudah mulai dirasakan oleh mayoritas warga Jakarta. Sehingga tatkala pilkada DKI Jakarta ini ditarik-tarik ke isu sara, dampaknya tidak terlalu besar.  Karena warga DKI sudah sangat percaya dengan sosok Basuki. “Warga Jakarta sebenarnya tidak tertarik dengan figure-figur baru di pilgub DKI ini yang terlalu banyak memberi janji ke warga,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, upaya pesaing menjegal langkah Basuki menduduki kursi DKI Jakarta 1 tidak akan berhasil. Pasalnya, tipikal pemimpin masa depan DKI Jakarta ada pada sosok Basuki. “Namun syaratnya, gaya komunikasi dan bicara harus diperbaiki,” pungkasnya.