Progres Pembangunan PLBN Motaain Capai 93%

42

JAKARTA-Konstruksi pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai 93%.

Sementara bangunan gedung utama di PLBN telah dapat ditempati. “Progres pembangunan PLBN khususnya di Motaain cukup signifikan dan dimungkinkan dalam waktu tidak lama lagi dapat dioperasikan,” kata
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono dalam rilisnya di Jakarta, Sabtu (6/8/2016).

Saat melakukan peninjauan, Menteri Basuki didampingi oleh Kepala Pusat Bendungan Kementerian PUPR Imam Santoso, Direktur Pembangunan Jalan Ditjen Bina Marga Achmad Ghani Ghazaly, Direktur Bina Penataan Bangunan Ajar Prayudi dan Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan.

Dikatakan, bangunan PLBN Motaain yang berbatasan langsung dengan Timor Leste tersebut mengadopsi arsitektur rumah adat masyarakat Belu.

Sementara ornamen sun shading pada atap bangunan pemeriksaan kendaraan pribadi mengadaptasi corak tenun setempat.

Ia menambahkan, pengembangan PLBN Motaain meliputi zona inti yang terdiri dari gerbang tasbara dan pos jaga, Karantina Tumbuhan dan Hewan, pemeriksaan imigrasi, jembatan timbang.

Kemudian pemeriksaan X-ray kendaraan, bea cukai, dan lambang negara Indonesia.

Bendungan Raknamo

Menteri Basuki juga meninjau pembangunan Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timor (NTT).

Progres pembangunan bendungan itu, kata dia, telah mencapai 54 persen. Pembangunan tersebut ditargetkan selesai pada Juli 2017 nanti. “Progresnya sudah 54 persen dan ditargetkan selesai dibangun pada Juli 2017 nanti (Pembangunan Bendungan Raknamo),” ujarnya lagi.

Menurut Basuki, NTT perlu mendapatkan perhatian lebih karena kalau mau menanam seperti jagung dan ketela diperlukan air dalam jumlah besar. “Ke depan kita tetap melakukan penambahan embung-embung,” katanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kegiatan Bendungan SNVT PJSA NT II BWS NT II, Frangky Welkis mengatakan, luas area genangan bendungan Raknamo mencapai 147,3 hektare, dengan tinggi bendungan 36,2 meter dan panjang puncak bendungan 449 meter.

Kontraktor pelaksana pembangunan Bendungan Raknamo adalah PT Waskita Karya (Presero) Tbk, dengan nilai kontrak mencapai Rp 782 miliar.

Sebelumnya Menteri Basuki bersama rombongan meninjau pembangunan pengamanan Pantai Lasiana sepanjang 500 meter di Kota Kupang yang melindungi kawasan objek wisata dari ancaman erosi.

Sampai saat ini progres pembangunan pengamanan pantai sudah mencapai 81 persen dan menelan anggaran APBN 2016 senilai Rp 21 miliar.

Pembangunan pengaman Pantai Lasiana di Kota Kupang ini merupakan kegiatan sungai dan pantai Satker pelaksana Jaringan SDA Nusa Tenggara II Provinsi NTT. ***