Proyek Bendungan Karian, Baru Serap 32,45% Anggaran

Proyek Bendungan Karian, Baru Serap 32,45% Anggaran

0
BERBAGI
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan Bendungan Karian, Rabu (17/2), di Kabupaten Lebak, Banten. Bendungan yang didanai pinjaman dari Korea Selatan tersebut akan memasok air baku untuk beberapa daerah, seperti Serang, Tangerang, dan DKI Jakarta. Kompas/Nobertus Arya Dwiangga Martiar (NAD) 17-02-2016

BANTEN-Proyek infrastruktur berupa Bendungan Karian yang berlokasi di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menunjukkan progres cukup baik. Mengutip catatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Bendungan Karian sudah mencapai perkembangan fisik mencapai 35,04% dengan realisasi serapan anggaran mencapai 32,45%.

Dengan luas area genangan mencapai 1,74 ha, Bendungan yang memiliki nilai kontrak konstruksi mencapai Rp 1,14 triliun itu direncanakan memiliki daya tampung air mencapai 314,7 juta meter kubik dan kapasitas efektif sebesar Rp 207,5 juta meter kubik.

Dengan daya tampung sebanyak itu, Bendungan yang pekerjaan konstruksinya dikerjakan oleh Kerja Sama Operasi (KSO) PT Daelim Industrial, PT Wijaya Karya dan PT Waskita Karya itu bakal memiliki banyak manfaat bukan hanya bagi masyarakat Banten, tapi juga warga ibu kota DKI Jakarta.

Sebesar 9,1 meter kubik/detik air akan mengalir ke rumah tangga, kota dan industri dari mulai Kabupaten Lebak, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tengerang Selatan dan Provinsi DKI Jakarta.

Kemudian, ada sebesar 5,5 meter kubik/detik air untuk kebutuhan air perumahan, kota dan industri Kota Cilegon serta Kabupaten Serang sebesar 5,5 meter kubik/detik.

Fungsi lain bendungan ini adalah sebagai pengendali banjir yang kerap menerjang kawasan strategis dan infrastruktur penting seperti jalan tol Jakarta-Merak hingga Kawasan Industri terpadu.

Dengan tinggi dinding bendungan mencapai 516 meter, air dari Bendungan Karian dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin PLTA dengan potensi listrik yang dihasilkan mencapai 1,8 MW. ***