Proyek Perkerataapian Tak Capai Target

35
tempo.co

JAKARTA-Sejumlah proyek infrastruktur terutama, perkeratapian dinilai gagal mencapai target. Karena hanya sekitar 40% yang terealisasi sejak 2010-2014. “Dari 16 target proyek, hanya 4 yang tercapai,” kata Deputi Bidang Sarana dan Prasarana, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Deddy S Priatna di Jakarta,Selasa,(2/7).

Menurut Deddy, sebenarnya ada 16 kegiatan prioritas di bidang perkeretaapian berdasarkan target rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) periode tahun 2010-2014.

Lebih jauh Deddy menjelaskan proyek yang belum berhasil direalisasikan, antara lain, pembangunan jalur kereta baru termasuk jalur ganda. Dari yang ditargetkan 954 kilometer (km) baru 849 km yang dibangun.

Selain itu, kata Deddy lagi, proyek lainnya peningkatan dan reaktivasi jalur kereta. Dari yang ditargetkan 1.930 km baru 539 km yang sudah dibangun. Sementara perbaikan jalur kereta yang ditargetkan 238 km baru 39 km yang selesai. “Untuk pembangunan rel masalahnya masih seputar pembebasan lahan. Contohnya jalur Manggarai-Cikarang yang dalam 4 tahun ini belum selesai juga,” terangnya

Dia mengatakan belum tercapainya target tersebut merupakan tanggung jawab dari instansi pemerintah terkait, dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

Yang jelas, sambung Deddy, keempat proyek yang telah mencapai target tersebut, pertama adalah modifikasi sarana kereta api. Dari yang ditargetkan 25 unit modifikasi di 2014, sampai saat ini sudah 33 unit yang terealisasi.

Kedua, pengadaan kereta ekonomi. Dari yang ditargetkan 110 unit kereta di tahun 2014, saat ini sudah 112 unit yang didatangkan. Ketiga, pengadaan paket pekerjaan peningkatan persinyalan. Dari yang ditargetkan 128 paket pekerjaan di tahun 2014 saat ini sudah 185 paket yang dikerjakan.

Keempat, pengerjaan pembangunan atau rehabilitasi jembatan kereta api. Dari 348 unit yang ditargetkan, sudah 426 unit yang direalisasikan. **can