PT Adhi Karya Pastikan Keamanan Konstruksi Proyek LRT

107
Ilustrasi

JAKARTA-Coporate Secretary PT Adhi Karya Tbk, Ki Syahgolang Permata, mengatakan Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) merupakan sebuah inovasi baru dari dunia transportasi dengan mengusung tema “Integrated Transportation”menggunakan U-Shape Girder untuk pertama kalinya di Indonesia.

Ditegaskannya, pengembangan LRT Jabodetabek menggunakan beton pracetak U-Shape Girder, cocok untuk digunakan di Negara ini mengingat terbatasnya ruang yang tersisa untuk membangun LRT.

Beton Precursor bentuk U menggunakan skema biaya dan waktu yang efisien dengan teknologi beton pracetak yang baik, proses pengembangan proyek dapat berjalan cepat dan pembiayaan bisa efisien.

“Sekarang pembangunan LRT Jabodebek trase Cawang-Cibubur telah sampai pada tahap pemasangan rel,” tuturnya.

Lebih lanjut Ki Syahgolang mengatakan sebagai perusahaan jasa konstruksi Adhi Karya memiliki kewajiban untuk memastikan seluruh kualitas pekerjaan proyek yang diberikan kepada masyarakat atau pengguna.

“Dalam pembangunan LRT ini, kami memperhatikan aspek keselamatan bagi pengguna LRT nantinya,” ulasnya.

Salah satunya tegasnya, menyediakan akses untuk jalur evakuasi bagi para pengguna LRT jika terjadi keadaan darurat.

“Selain itu, untuk memastikan aspek kualitas dan keamanan konstruksi dalam proyek, kami memperhatikan aspek manajemen konstruksi pembangunan LRT ini dari berbagai factor ketahanan dan keselamatan konstruksi seperti aspek desain, aspek kualitas material, aspek pengadaan alat sebelum konstruksi dan aspek proses konstruksi serta standar prosedur keselamatan bagi pekerja,” imbuhnya.

Senior Event Manager PT UBM Pameran Niaga Indonesia, Niekke W. Budiman menambahkan peningkatan teknologi konstruksi harus terus dikembangkan agar percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia dapat tercapai dan akan mempercepat jalannya tingkat pertumbuhan perekonomian nasional.

Concrete Show East Asia Indonesia diharapkan dapat menjadi sarana meningkatkan kemampuan dan kualitas konstruksi dimana semua pemain utama global di industry ini berkumpul dan berinteraksi. Para pelaku industry dalam negeri dapat memanfaatkan pemeran ini untuk dapat memperbaharui informasi, menemukan solusi dan mengadopsi teknologi konstruksi yang dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produk beton di Indonesia.

“Diharapkan nantinya Indonesia tidak hanya mampu bersaing lebih baik dengan Negara-negara ASEAN tetapi juga mampu menghasilkan proyek-proyek berkualitas dalam pembangunan negeri ini,” imbuhnya.