Putut Prabantoro: Turbulensi Ideologi Terjadi Karena Bangsa Ini Melupakan Sejarah

22
Alumnus Lemhannas RI PPSA XXI

PALEMBANG-Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa), AM Putut Prabantoro menegaskan turbulensi ideologi yang terjadi di Indonesia karena bangsa Indonesia kurang memahami dan bahkan melupakan sejarah.

Padahal, pesan Soekarno agar bangsa Indonesia tidak melupakan sejarah adalah mencegah salah paham dan mencegah konflik di masa depan dan mencegah pengambilan keputusan politik yang salah bagi masa depan bangsa Indonesia.

“Saya kira, apa yang dilakukan oleh Kapolda Sumsel dan didukung oleh Forkopimda sudah benar karena untuk mewujudkan program Indonesia Maju, bangsa Indonesia harus memenuhi tiga sehat yakni sehat jasmani, sehat rohani dan sehat ideologi,” tandas AM Putut Prabantoro yang juga Ketua Presidium ISKA bidang Komunikasi Politik.

Sebelumnya, Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli, yang bersama-sama Forum Kordinasi Pimpinan Di Daerah Sumatera Selatan (Forkopimda Sumsel) menyelenggarakan acara yang bertajuk “Wong Kito Galo Bersatu Merajut Kebhinekaan Membangun Kebersamaan Dalam Keberagaman Guna Bhakti Untuk Negeri Menuju Indonesia Unggul”.

Dalam acara tersebut Forkompimda bersama 35.000 masyarakat Palembang dan perwakilan kabupaten seluruh Sumsel mendeklarasikan kesetiaan kepada Pancasila dan NKRI.

Dengan acara yang sangat meriah tersebut, Sumsel menjadikan dirinya sebagai provinsi pertama di Indonesia yang secara tegas menolak nilai-nilai yang bertentangan dengan Pancasila dan sekaligus menjunjung tinggi toleransi.

“Sejarah telah dimulai oleh Kapolda Sumsel dan Forkopimda Sumsel,” jelas Putut.