Putut: Rizal Ramli Tak Perlu Maju, Cukup Dukung Teguh Santosa di Pilgub DKI

23
Bakal Cagub DKI Jakarta, Teguh Santosa menyematkan pin di dada Rizal Ramli.

JAKARTA-Mantan Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli  terus didorong maju pada Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang. Tokoh yang dikenal si rajawali ngepret itu dianggap sepadan untuk melawan  Gubernur petahana Basuki Tjahja Purnama atau Ahok.

Namun Konsultan Komunikasi Politik, AM Putut Prabantoro berharap agar Rizal Ramli menolak upaya segelintir orang yang menggiringnya masuk ke gelanggang pilkada DKI Jakarta.

Pasalnya, hal tersebut hanya memperburuk citra Rizal Ramli sehingga terlihat sebagai sosok ambisius dan mabuk kekuasaan setelah dicopot Presiden Joko Widodo dari kursi Menteri. “Kita semua kecewa atas pencopotan Pak Rizal, seperti halnya pencopotan Pak Jonan. Tapi jangan terburu-buru. Kalau beliau langsung masuk bursa pilkada, bisa dianggap sebagai manuver sakit hati dan haus kekuasaan. Pak Rizal memiliki karakter nasionalis yang tidak perlu diragukan dan memegang ketat adat ketimuran. Jadi tidak perlu mencalonkan diri atau juga menerima pencalonan diri dari pihak lain”  kata Putut di Jakarta, Selasa (2/8).

Menurut Putut, kemampuan dan komitmen Rizal Ramli dalam menyelesaikan berbagai masalah mendasar yang dihadapi bangsa Indonesia tidak dapat diragukan lagi.

Rizal juga dikenal sebagai ekonom kelas dunia yang memiliki keberpihakan jelas pada rakyat kecil. “Dengan kapasitas sebesar itu, sayang kalau Rizal Ramli hanya membenahi kota Jakarta,”  ujarnya.

Putut lalu menyarankan Rizal Ramli untuk mendorong secara maksimal salah satu bakal calon gubernur yang bisa dia percaya. Kalau itu yang dilakukannya, masyarakat akan semakin hormat pada Rizal Ramli. “Pak Rizal kan sempat mendukung salah satu bakal calon gubernur. Tentu ini bukan dukungan sembarangan, melainkan karena beliau merasa calon yang didukungnya itu memang pantas untuk memimpin Jakarta,” sambungnya.

Yang dimaksud Putut adalah wartawan senior Teguh Santosa. Dukungan diberikan Rizal Ramli kepada Teguh beberapa waktu lalu. Mereka juga dikenal sebagai sahabat. “Lebih baik Pak Rizal mempromotori Teguh ke sejumlah partai politik. Perkenalkan dia sebagai kandidat alternatif, berpeluang. Ini juga akan lebih positif bagi Pak Rizal,” demikian Putut.