Rano Cermati 6 Proyek Infrastruktur Strategis

23

JAKARTA-Gubernur Banten Rano Karno menggelar rapat terbatas (ratas) terkait enam proyek infrastruktur strategis. Proyek itu antara lain, progres pembangunan Tol Serang-Panimbang, Waduk Karian dan Sindangheula, pembangunan kota Satelit Maja, rencana pembangunan tempat pembuangan sampah terpadu dan terminal agroindustri.

Rapat terbatas tersebut berlangsung di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten bersama sejumlah kepala SKPD di hari pertama kerja setelah cuti bersama dan libur lebaran Idul Fitri.

Dalam ratas itu, Gubernur mendengarkan laporan dari beberapa Kepala SKPD terkait arus mudik dan arus balik lebaran di Provinsi Banten dan kehadiran pegawai.
“Saya ingin memastikan perencanaan pembebasan Jalan Tol Serang-Panimbang. Karena ini kita yang mengusulkan dan Pemerintah Pusat mengabulkannya karena itu kita harus serius bangun,” jelas Rano dalam siaran pers yang diterima wartawan di Jakarta, Selasa (12/7).

Gubernur Rano meyakinkan proyek pembangunan Tol Serang-Panimbang ini akan mengikis kesenjangan antara Selatan dan Utara yang selama ini terjadi.

Gubernur menambahkan, pembangunan yang selama ini sedang dan akan dilakukan di Banten semata-mata demi kesejahteraan masyarakat Banten.

Pasalnya saat ini disparitas pembangunan antara Utara dan Selatan masih sangat terlihat.
“Disparitas sangat terlihat antara Utara dan Selatan saat kita melewati tol Cikupa. Makanya saya fokus bangun wilayah Selatan, tentunya tanpa mengesampingkan wilayah Utara. Program-program kita juga harus sinergi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota. ” tambah Gubernur didampingi Sekda Banten Ranta Suharta.

Sidak RSUD

Kemarin, Gubernur Banten langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Banten.

Gubernur ingin memastikan pelayanan publik di rumah sakit tersebut tetap optimal meski di hari pertama masuk kerja setelah libur Lebaran.

Namun sebelum sidak ke RSUD Banten, Gubernur sempat mengecek kondisi proyek betonisasi jalan Palima-Pakupatan dan tampak menanyakan beberapa pertanyaan terkait ketebalan betonisasi yang baru dikerjakan satu ruas saja kepada Kepala DBMTR, Hadi Purnomo.

Kepada Hadi, Rano menugaskan agar pembangunan infrastruktur yang sudah terencana agar segera digenjot perencanaannya sesuai dengan prosedur yang benar.

Usai meninjau jalan, Gubernur Rano langsung meninjau pelayanan Rumah Sakit Daerah Umum Banten. Kepada Direktur RSUD Banten drg. Dwi Hesti Hendarti, Gubernur menanyakan terkait progres pembangunan ruang bedah RSUD Banten. Bangunan yang baru hanya terlihat tulang rangka beton.

Bangunan tersebut masih terlihat hanya sebatas rangka inti bangunan yang belum beratap. Setelah itu, Gubernur meninjau ruang istalasi hemodialisa dan beberapa ruang perawatan untuk pasien.

Rano tampak juga berbincang dengan pasien. “Pegawai harus memberikan pelayanan terbaik. Pasien harus diberikan kenyamanan,” jelas Rano kepada Dwi Hest Hendarti.

Setelah melakukan sidak di RSUD Banten, Gubernur meninjau pos jaga perlintasan kereta api di Sumur Pecung, Kota Serang. Gubernur pada kesempatan ini memberikan bingkisan kepada penjaga pintu rel kereta sebagai rasa terima kasih atas dedikasi selama bertugas.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten Syamsi menambahkan, berdasarkan laporan absensi dari setiap SKPD di lingkungan Pemprov Banten, pihaknya menyebutkan tingkat kehadiran pegawai di hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran cukup baik, namun masih ada beberapa pegawai Pemprov Banten yang masih cuti. Mereka beralasan karena ada keperluan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan. “Kalau yang cuti ada. Tapi angkanya tidak lebih dari lima orang. Mereka sudah dari jauh hari mengajukan cuti karena ada keperluan keluarga,” pungkasnya. ***