Realisasi Anggaran Kemenperin 2018 Capai 92,28%

10
industri

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengoptimalkan alokasi anggaran bagi organisasinya dalam rangka mendorong pengembangan industri nasional.

Kemenperin merealisasikan anggaran program atau kegiatan sepanjang tahun 2018 dengan capaian 92,28% atau Rp2,62 Triliun dari pagu anggaran sebesar Rp2,84 triliun. Serapan tahun lalu tersebut melampaui persentase angka realisasi anggaran nasional, yaitu 91,76%.

“Meski persentase sudah melampaui angka realisasi anggaran nasional, Kemenperin tetap melakukan upaya-upaya lebih lanjut untuk terus meningkatkan kinerja anggaran Kemenperin di tahun anggaran 2019,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, saat Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI tentang Pembahasan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2018 di Jakarta, Rabu (17/7).

Airlangga menyampaikan, berdasarkan hasil laporan keuangan Kemenperin tahun anggaran 2018 tersebut, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Dapat kami sampaikan bahwa opini WTP pada Tahun Anggaran 2018 tersebut merupakan yang ke-11 kali diterima secara berturut-turut sejak tahun anggaran 2008,” ujarnya.

Opini WTP merupakan pernyataan profesional dari BPK terkait kewajaran informasi dalam laporan keuangan dengan didasarkan empat kriteria. Keempat syarat itu adalah kesesuaian standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian internal.

Pada periode 2018, Kemenperin berhasil menyelenggarakan program prioritas meliputi program penumbuhan dan pengembangan industri, pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri dan dukungan manajemen, program pengembangan teknologi dan kebijakan industri, serta program penumbuhan dan pengembangan industri kecil dan menengah (IKM).