Realistis Golkar Menarget 60% Kemenangan Di Pilkada

76

JAKARTA-Pakar psikologi politik Universitas Indonesia (UI), Hamdi Muluk menilai, target Partai Golkar memenangkan 60% Pilkada di seluruh Indonesia masih realistis. Apalagi Golkar itu partai besar yang memiliki mesin politik solid di seluruh Indonesia.

“Persoalannya sekarang, apakah Golkar mengajukan calon-calon di semua Pilkada yang berkualitas atau tidak? Jadi, kemenangan Pilkada saat ini tergantung kualitas calon-calon yang berlaga, karena dalam pilkada langsung, yang lebih dilihat itu figure, tokohnya,” katanya di Jakarta, pada Sabtu (21/1/2017).

Jika Partai Golkar melakukan hal tersebut kata Ketua Laboratorium Psikologi Politik UI, ditambah menggunakan instrumen survei untuk mengetahui tingkat kesukaan pemilih dan keterpilihan calon, maka, bukan hal mustahil Golkar bisa mencapai target menang Pilkada 60 persen. “Bahwa apa yang dilontarkan oleh Ketua Umum Golkar Setya Novanto soal target kemenangan Pilkada adalah hal yang sangat wajar. Mengingat partai golkar adalah partai besar. Dengan menyatakan seperti itu, maka optimisme dan kepercayaan diri kader Golkar di seluruh Indonesia semakin terbangun. Khususnya yang saat ini sedang berlaga di pilkada serentak 2017,” ujarnya.

Pengamat Politik dari Lembaga Analisis Politik Indonesia, Maksimus Ramses Lalongkoe berpendapat, ambisi Setya Novanto menargetkan kemenangan 60 persen dalam Pilkada Serentak 15 Februari mendatang, cukup realistis. “Target kemenangan 60 persen ini merupakan target maksimal dalam politik dan realistis. Realistis mengingat Golkar merupakan partai besar dan sebagai partai pemanang kedua dalam pemilu tahun 2014 lalu,” tambahnya.
Menurut Ramses, setiap partai politik, memiliki standar analisa politik dalam setiap kali momentum pesta demokrasi. Standar analisa ini juga tentu diimbangi dengan indikator-indikator yang bisa mendukung analisa tersebut. “Hal itu tentu sudah diperhitungkan Golkar sehingga menargetkan kemenangan 60 persen dalam pilkada serentak 15 Februari mendatang,” pungkasnya.

Golkar Solid

Menurut Ramses, Pilkada 2017 agak berbeda dengan situasi pilkada 2015 lalu. Saat pilkada serentak 2015 lalu, partai Golkar mengalami dualisme kepemimpinan sehingga membuat Golkar tidak solid karena sedang bermasalah dengan kepengurusannya yang berimbas pada ketidak kompakan pengurus partai.

Kondisi ini tentu agak berbeda dengan situasi Golkar saat mengikuti pilkada serentak saat ini. Dimana kekompakan dan kesolidan Golkar sudah bagus sehingga target kemenangan 60 persen itu dianggap realistis dan masuk akal, papar Dosen Komunikasi Politik Universitas Mercu Buana Jakarta ini.

Sebagaimana diberitakan, Partai Golkar menggelar rapat pleno terkait pemenangan pilkada serentak 2017. Rapat dihadiri oleh dewan pimpinan daerah (DPD) Golkar seluruh Indonesia. Untuk mencapai target kemenangan 60 persen tersebut, Novanto menginstruksikan kader partai untuk ‘turun gunung’ dalam kampanye. Termasuk Ketua DPR RI itu sendiri.
“Kami optimistis mencapai target 60 persen. Selaku ketua umum, saya instruksikan kepada DPP Partai Golkar dan anggota Fraksi Golkar, DPR, DPRD turun ke lapangan pada hari libur yaitu Jumat, Sabtu, Minggu,” kata Novanto.

Selain itu, Novanto juga berharap agar pilkada serentak 2017 dapat terselenggara dengan lancar. Partisipasi masyarakat juga dibutuhkan agar tercipta suasana kondusif selama tahapan pilkada berlangsung. “Saya mengharapkan penyelenggara pilkada serta semua peserta pilkada dan masyarakat pada umumnya kita bisa membuat situasi yang kondusif bagi pelaksanaan pilkada,” ujarnya. ***