Relokasi Pabrik Minimal Butuh Rp400 Miliar

32
tempo.co

JAKARTA-Beberapa pengusaha sudah memikirkan untuk memindahan (relokasi) pabrik keluar Jabodetabek. Namun hal ini memang perkara mudah. Karena membutuhkan dana yang  cukup besar. “Meninggalkan pabrik yang sudah beroperasi itu tidak mudah, perlu modal yang lebih besar lagi,” kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Suryadi Sasmita di Jakarta, Selasa,(29/10). 

Menurut Suryadi, modal tersebut harus dipersiapkan para pengusaha untuk menyiapkan lokasi, pembangunan pabrik, pembelian mesin, dan juga memberikan pelatihan kepada karyawan baru.  “Selain itu, juga harus memiliki modal untuk membayar PHK yang jumlahnya tidak sedikit,” tuturnya. 

Untuk pabrik sepatu yang memiliki kurang lebih 15.000 karyawan, sambung Suryadi memberikan contoh, dana yang harus disiapkan untuk memberikan pesangon PHK bagi para karyawan tersebut sebesar kurang lebih Rp400 miliar. “Bagaimana bisa pindah jika kondisi seperti itu, jadi untuk saat ini, perusahaan yang akan pindah sebenarnya melakukan ekspansi terlebih dahulu, dan dilakukan secara bertahap,” terangnya. 

Diakui Suryadi, ada beberapa perusahaan yang lebih memilih bermain aman dengan menjadi pedagang saja, daripada harus membuka pabrik namun banyak permasalahan khususnya yang terkait dengan tenaga kerja. 

Suryadi menambahkan, saat ini kurang lebih sebanyak 100 perusahaan yang berencana melakukan pemindahan pabrik dari wilayah Jabodetabek yang didominasi oleh perusahaan garmen dan sepatu yang merupakan pabrik padat karya. 

Rencana pemindahan pabrik oleh para pelaku usaha tersebut bukan tanpa alasan, salah satunya adalah seringnya buruh melakukan demonstrasi dan mogok kerja untuk menuntut kenaikan upah yang dirasa tidak mampu memenuhi kebutuhan hiduip layak. 

Bahkan, pada 31 November dan 1 Oktober 2013, para buruh yang tergabung di beberapa organisasi mengancam akan melakukan aksi mogok nasional untuk menuntut kenaikan upah hingga Rp3,7 juta per bulan dan penghapusan sistem outsourcing.   **cea