Retail Jepang Mulai Rambah Mall Tangerang

69

JAKARTA-Perusahaan retail asal Jepang, Uniqlo berani masuk pasar nasional melalui Mall-Mall di Jabodetabek. Retail ini memasarkan produk pakaian yang didatangkan langsung dari Jepang. “Kami sangat senang membuka usaha pertama di Tangerang, kami mungkin bisa bersaing dengan toko pakaian lainnya karena kami menghadirkan kualitas dan variasi,” kata Yasuhiro Hayashi, Presiden Director dan Chief Operating Officer PT Fast Retailing Indonesi, Jumat, (4/04/2014).

Diungkapkan Yasuhiro produk Uniqlo dikembangkan berdasarkan filosofi “Made for all” tujuannya agar seluruh Indonesia bisa menikmati dan memakai pakaian dari Uniqlo.”Uniqlo beroperasi sebagai model bisnis yang terintegrasi dalam melakukan proses desain, produksi, pemasaran dan penjualan pakaian kasul berkualitas tinggi,”jelasnya.

Untuk itu, Yasuhiro berkeyakinan Uniqlo akan banyak digemari masyarakat Indonesia terutama masyarakat Tangerang.’Uniqlo memasarkan pakaian yang benar-benar nyaman dipakai, desain dibuat universal, berkualitas tinggi dan cocok bagi kalangan manapun yang memakainya,” imbuhnya

Saat ini, Uniqlo terus membuka toko berskala besar di beberapa Kota dan lokasi penting di dunia. Uniqlo sudah memiliki sekitar  1300 toko di 14 pasar dunia. “Kita juga sudah membuka Grameen Uniqlo Di Bangladesh yang telah membuka dua tokonya di Dhaka pada bulan Juni 2013,”tandasnya

Untuk pemasaran di Indonesia, diungkapkan Yasuhiro pihaknya telah merencanakan akan dibuka di seluruh Indonesia yang ditargetkan di Mal-Mal terbesar. “Di Indonesia kita sudah membuka di kota-kota besar seperti Jakarta dan Tangerang,”terangnya.

Menurut Yasuhiro, Uniqlo merupakan merk pakaian milik fast Retailing yang merupakan sebuah perusahaan ritel global terkemuka dari Jepang yang mendesain, memproduksi dan menjual pakaian dibawah tujuh merk. “Ke Tujuh merk itu adalah Comptoir des Cotonniers, GU, Helmut Lang, J brand, Princesse tam-tam,”rincinya.

Yasuhiro memaparkan nilai penjualan global sekitar 1,14 triliun Yen untuk tahun fiskal 2013 yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2013.”Hal ini untuk menembus perusahaan ritel pakaian terbesar di dunia, saat ini Uniqlo masih peringkat empat dunia,”pungkasnya. **cea