Rini Soemarno, Menteri Gagal Yang Disayang Presiden

121
Presiden Jokowi bersama Rini Soemarno

Oleh: Ferdinand Hutahaean

Hampir 19 bulan sudah pemerintah Jokowi-JK berjalan. Demikian juga dengan usia kabinet kerja mendekati usia 2 tahun. Namun tidak sampai 10% dari jumlah total mentri kabinet kerja ini yang bekerja mendekati harapan rakyat.

Hanya segelintir yang mampu kerja mendekati harapan rakyat, selebihnya bekerja entah untuk apa dan sibuk entah untuk apa. Bahkan Presiden Jokowi menilai ekonomi yang terseok-seok sekarang disebabkan oleh kinerja mentri-mentrinya dibawah performance. Bahkan, ada menteri yang tidak melakukan instruksinya. Entah instruksi yang mana yang dimaksud oleh presiden. Bahkan Jokowi menyampaikan hanya sekitar 3 orang mentrinya yang bekerja. Selebihnya berarti tidak bekerja. Pertanyaannya, bukankah itu mentri pilihan Jokowi? Artinya presiden gagal memilih, salah pilih atau sekedar sinyal untuk reshuffle dan bagi bagi jatah mentri ke semua parpol yang sekarang mendukung pemerintah?

Ketidak becusan kinerja mentri kabinet kerja ini sepertinya tidak akan menuju perbaikan justru karena sikap presiden sendiri. Kita soroti paling utama Mentri BUMN Rini Soemarno.

Mentri yang ngurus BUMN ini dimasa kepemimpinannya yang hampir 2 tahun tidak bisa mengurus BUMN secara keseluruhan dan hanya tergiur mengurus BUMN yang besar seperti BUMN Migas, Energi dan Bank.

Mengurusnya pun hanya sekedar mengganti direksi dan tidak jelas konsep arah BUMN kita kedepan.

Dari seratus lebih BUMN, tercatat baru puluhan yang diganti direksi dan komisarisnya. Itupun hanya BUMN yang punya nilai kapital besar. Diluar itu banyak BUMN yang hidup segan mati tak mau tetapi dibiarkan saja oleh Rini sebagai mentri.

Dari fakta tersebut, Rini harus dikategorikan sebagai mentri gagal dan layak direshuffle. Karena seharusnya BUMN ada untuk memberikan pemasukan bagi negara bukan sebaliknya menggerogoti keuangan negara. Bahkan sejak lama PDI Perjuangan sebagai partai utama pengusung Jokowi sudah mengusulkan penggantian mentri BUMN Rini S, demikian juga DPR sesuai rekomendasi Pansus meminta Rini diganti oleh presiden atas munculnya kasus Pelindo.

Pertanyaannya, mengapa Jokowi tidak kunjung mengganti Rini Soemarno? Ada apa koq Rini masih dipertahankan Jokowi bahkan terlihat semakin disayang oleh Presiden? Apakah Jokowi ingin terus bertahan dengan tetap menempatkan Rini sebagai mentri? Opini publik bisa saja berkembang makin liar menyimpulkan bahwa Rini mentri gagal yang disayang Jokowi.

Penulis adalah Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia