Riset Infobank: Unit Link Masih Sulit Ungguli Bank

238
Ilustrasi/dok okezone.com

JAKARTA-Return unit link asuransi saat ini masih sulit mengungguli yield deposito perbankan seperti pernah terjadi pada saat pasar modal bergairah dan indeks harga saham gabungan (IHSG) melejit seperti pada tahun 2012. Dari tiga jenis investasi di unit link, hanya investasi berbasis pendapatan tetap (fix income) yang masih mendatangkan return positif, meski masih di bawah jauh yield deposito perbankan.  Hal itu terungkap dari hasil “Rating 432 Unit Link 2016” yang dilakukan oleh Biro Riset Infobank bekerja sama dengan Infovesta.

Menurut hasil riset, imbal hasil produk berbasis investasi sepanjang tahun 2015 jauh di bawah suku bunga deposito bank umum, baik yang berjangka waktu satu bulan yang sebesar 7,97% maupun yang berjangka 12 bulan yang mencapai 8,68%. “Bandingkan dengan indeks imbal hasil unit link berbasis saham yang return-nya minus 12,38%,” ungkap Direktur Biro Riset Infobank, Eko B. Supriyanto, kepada wartawan di Jakarta, Jumat, (26/2).

Return minus juga terjadi pada imbal hasil unit link berbasis campuran, yakni -5,44%. Hanya unit link berbasis pendapatan tetap yang mampu mendatangkan return positif, itu pun tidak besar, hanya 2,04%.

Padahal, pada tahun 2012, produk unit link mampu mendatangkan imbal hasil jauh di atas bunga deposito bank. Hal ini membuat dana pihak ketiga (DPK) yang selama ini dikuasai perbankan, mulai digerogoti asuransi dengan produk unit link-nya. Tak heran, sejak satu dekade terakhir, produk unit link menjadi mesin penting industri asuransi jiwa untuk menggenjot pendapatan preminya. “Produk asuransi berbasis investasi ini seperti menjadi peluru ampuh untuk menyadarkan masyarakat yang lebih mengedepankan investasi daripada pengelolaan risiko. Selain demand-nya besar, perusahaan asuransi jiwa bisa meringankan kebutuhan permodalan dari produk unit link yang ditawarkannya,” papar Eko.

Menurut Eko, jika menyimak indikator global yang terjadi sejak 2015 sampai dengan 2016, kondisi seperti ini masih akan tetap berlangsung di tahun 2016. “Artinya, return dari hasil investasi unit link masih belum bisa mengalahkan yield deposito perbankan,” ujar Eko.

Namun, lanjut dia, ke depan, produk unit link berpotensi menjadi pesaing bank dalam hal perebutan DPK.

Pada “Rating 432 Unit Link 2016”, dari total 432 produk unit link, Biro Riset Infobank dan Infovesta me-rating 984 produk unit link berdasarkan tiga jangka waktu (kinerja 5 tahun, 3 tahun, 1 tahun) dan empat jenis penempatan investasi (saham, campuran, pendapatan tetap, pasar uang). Dari 984 produk yang di-rating, 99 produk unit link dari 19 perusahaan asuransi berhak mendapat predikat bintang 5 atau yang tertinggi dalam hal perolehan return investasi.