RPI: Sebaiknya Pimpinan KPK Tidak Temui Amien Rais

245
Mantan Ketua MPR, Amien Rais

JAKARTA-Rencana Amien Rais untuk menemui pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menjelaskan ihwal penerimaan uang sebesar Rp 600 juta yang diperoleh dari praktik lancung korupsi alat kesehatan mantan menteri kesehatan era Siti Fadilah Supari dinilai tidak perlu. Hal ini penting agar pimpinan lembaga antirasuah itu tetap bisa menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap institusi KPK. “Sebaiknya pimpinan KPK tidak  menemui Amien Rais agar marwah sebagai lembaga independen tetap terjaga,” ujar pengamat politik ResPublica Political Institute (RPI), Sa’duddin Sabilurrasad, di Jakarta, Jumat (2/6).

Sebelumnya, Amien Rais berencana menemui Pimpinan KPK pada Senin (5/6). Kedatangan Amien untuk mengklarifikasi soal penyebutan namanya dalam sidang dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan yang menjerat mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari.

Menurut Sa’duddin juga menilai jika pimpinan KPK tetap menemui Amien Rais, maka pimpinan KPK telah cacat secara etika.

“Secara etika akan salah jika pimpinan KPK menemui orang yang sedang berperkara. Pimpinan KPK bisa dituding tidak netral dan tidak objektif” ungkapnya.

Lebih lanjut, peneliti RPI ini juga menilai sebaiknya Amien Rais bersikap kooperatif.

“Sebagai sesepuh bangsa dan tokoh reformasi, sebaiknya pak Amien Rais memberikan Tauladan dengan mengembalikan uang 600 juta tersebut, kooperatif dengan penyidik KPK, dan fokus saja dengan kasusnya. Tidak usah bermain gimmick bahwa ia akan melaporkan dua tokoh besar bangsa yang juga korupsi tapi tidak dihukum. Itu urusan KPK, bukan urusan Pak Amien Rais” tandasnya.

Seraya dengan itu, Sa’duddin juga merasa prihatin dengan kasus yang menimpa tokoh reformasi tersebut.

“Sebenarnya waktu reformasi 98, semangat gerakan mahasiswa itu justru untuk menghapus bapak-bapakan yang feodal itu. Kita dulu kritik gelar Bapak Pembangunan yang disematkan ke Soeharto, tapi kemudian Amien Rais jatuh ke kubangan yang Sama dengan mendaku diri sebagai Bapak Reformasi. Mudah-mudahan, dengan kasus ini Pak Amien bisa memberi tauladan, tidak menjadi Jarkoni ( ngajari uwong, tapi ora biso ngelakoni),” pungkasnya.

Namun Juru Bicara KPK Febri Diansyah memastikan Pimpinan KPK tidak akan menemui Amien.

Menurut Febri, Pimpinan lembaga antirasuah ini ingin menjaga independensi sehingga membatasi pertemuan dan komunikasi dengan pihak yang diduga terkait dengan perkara hukum yang sedang ditangani KPK. “Pimpinan KPK sangat menghindari pertemuan dengan pihak yang terkait dengan perkara,” ujarnya.