RPX Sediakan Layanan Distribusi Terpadu Bagi Unilever Indonesia

RPX Sediakan Layanan Distribusi Terpadu Bagi Unilever Indonesia

0
BERBAGI
ilustrasi

JAKARTA-Perusahaan penyedia layanan pengiriman ekspres dan solusi logistik terpadu (One Stop Logistics), RPX mengumumkan kesepakatan bisnis bersama PT Unilever Indonesia Tbk. Dari kolaborasi bisnis ini, RPX optimistis menargetkan pertumbuhan bisnis logistik meningkat lebih 30% hingga 2016. Sedangkan, untuk layanan pergudangan berada pada level positif di lebih 15% pertahun.

Vice President Logistics & Sales Retail RPX Group, Rubianto Mukti Wibowo menjelaskan, dalam kerjasama ini, RPX melalui salah satu pilar bisnisnya yaitu Logistics, menyediakan paket jasa logistik terpadu (Package Logistics Solution). Hal ini  meliputi distribusi barang (distribution), armada pengiriman andal (trucking). sumber daya manusia (man power), peralatan penanganan barang (material handling), penyimpanan (storage), penanganan barang jadi (handling finish good), pengemasan (handling packaging), persediaan barang (inventory system), standar kesehatan dan keselamatan kerja (safety requirement). “RPX sangat bangga melayani dan bermitra dengan Unilever. Hal ini semakin memperkuat posisi RPX sekaligus menambah portofolio RPX dalam memenuhi kebutuhan pelanggan di sektor bisnis fast moving constumers good (FMCG) berdasarkan pertumbuhan industrinya dan permintaan pasar yang kian tumbuh cepat,”  ujar Rubianto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (20/9).

Dia menjelaskan, dalam memperkuat dan meningkatkan kebutuhan pelanggan dari jasa logistik distribusi darat, dimanapun pelanggan membutuhkannya, RPX mengoptimalkan kinerja dengan penerapan aplikasi Transportation Management System (WMS).

Fasilitas ini dapat memberikan nilai tambah pelanggan, di antaranya melacak dan mengetahui status pengiriman barang melalui RPX Tracker, sehingga pelanggan akan tetap mempunyai kualitas manajemen waktu dan produktivitas distribusi.

Menurutnya, pada fase I kerjasama ini, wilayah distribusi mencakup DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Distribusi yang dilaksanakan RPX terfokus pada pusat produksi/pabrik (factory) Unilever di Cikarang, Jawa Barat ke pusat distribusi utama (main distribution center) Unilever menggunakan armada jenis container, fuso dan wing box. Untuk selanjutnya dilakukan penyimpanan sementara dan penangangan persediaan barang di gudang Unilever.

Kebutuhan pengiriman barang ke luar Pulau Jawa (domestic) dan luar negeri (export), RPX mengangkut barang dari pabrik Unilever ke pelabuhan laut dengan mengandalkan container dan wing box.  “Sejalan pengembangan bisnis, pendistribusian barang oleh RPX dilaksanakan dari pusat distribusi utama Unilever ke jaringan kota besar (region distribution center) dengan memanfaatkan armada jenis fuso dan trailer,” terangnya.

Mekanisme pengantaran dalam satu wilayah (intra region) juga ditangani RPX dengan pengoperasian kendaraan angkut barang jenis wing box dari gudang besar di suatu kota ke peritel (toko).
Kerjasama juga mencakup penyediaan layanan penyimpanan bersifat sementara (temporary storage) dengan container. Kondisi tersebut dilakukan untuk mendistribusikan barang secara efektif dalam kondisi tertentu, seperti penyesuaian operasional truk menjelang Lebaran lalu.

Fase II kerjasama tuturnya, RPX menyediakan layanan pergudangan satu atap terpadu (One Stop Logistics Solution) mencakup penangangan barang yang terpusat di Semarang untuk distribusi Jawa Tengah dan Yogyakarta (intra region). “Ke depan, target layanan dapat menjangkau Jawa Timur, Bali dan Sampit, Kalimantan Tengah,” imbuhnya.

Data Kantar Worldpanel Indonesia, total industri fast moving consumers good (FMCG) Indonesia tumbuh 5,9% di kuartal II 2016, dibandingkan dengan kuartal II 2015. Pertumbuhan positif terlihat di pasar modern dan perdagangan tradisional. Untuk pasar modern terutama didorong perkembangan minimarket dan supermarket.

Pada kuartal II/2016, pertumbuhan terjadi di segmen kebutuhan pribadi dan rumah tangga. Hal ini dilatarbelakangi jumlah penduduk Indonesia mencapai 255,5 juta jiwa, total rumah tangga berkisar 65,1 juta dan 68 persen berada pada usia produktif (15 – 64 tahun). “Jika berbicara peluang FMCG di Indonesia, diproyeksikan masih dinilai profitabel dari sisi konsumsi. Secara garis besar, bisnisnya menarik dan menjanjikan. Masyarakat di kawasan perkotaan (urban) maupun pedesaan (rural) terus membutuhkan produk tersebut menurut tingkat dasar konsumsinya (basic consumption). Penangangan barang modern dan distribusi yang tepat adalah salah satu solusinya,” pungkas Rubianto.