Rupiah Menguat 0,31%

39

JAKARTA-Direktur Kepala Grup Hubungan Masyarakat  Bank Indonesia (BI) Difi A. Johansyah  mengatakan tekanan depresiasi terhadap rupiah  selama Februari 2013 cenderung mereda sehingga mencapai rata-rata Rp.9.680 per dollar AS. Dibandingkan dengan posisi awal tahun 2013, Rupiah menguat sebesar 0,31%

Menurut dia, kebijakan stabilisasi nilai tukar yang ditempuh BI , termasuk penguatan mekanisme intervensi valas dan pembentukan referensi nilai tukar rupiah di pasar domestik, mampu meningkatkan kepercayaan pasar.  Ini terbukti dari meredanya tekanan terhadap mata uang Indonesia ini.

Selain itu, stabilitas nilai tukar juga didukung dengan masuknya aliran dana nonresiden ke instrumen rupiah yang mencapai Rp27,6 triliun. “BI terus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai dengan kondisi fundamental perekonomian,” jelas dia.

Lebih lanjut dia mengatakan iInflasi IHK Februari 2013 mencapai 0,75% (mtm) atau 5,31% (yoy). Inflasi inti tetap terkendali 4,29% (yoy) sejalan dengan harga komoditas global nonmakanan yang terkendali dan stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga. Di sisi lain, tekanan inflasi terutama berasal dari tingginya inflasi harga pangan (volatile foods) antara lain sebagai dampak gangguan cuaca dan terbatasnya pasokan komoditas hortikultura yang berasal dari impor. Sementara itu, inflasi administered prices yang cukup tinggi disumbang oleh kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL). Tekanan inflasi diprakirakan akan mereda seiring dengan siklus panen dan secara keseluruhan tahun 2013 diprakirakan akan tetap terkendali pada kisaran sasarannya.  “BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui forum TPI (Tim Pengendalian Inflasi) dan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) guna mengamankan pasokan dan distribusi barang,” kata dia..