Saham Emiten Rokok Tergerus Isu Harga Rokok Naik

123

JAKARTA-Harga saham emiten rokok pada perdagangan saham Senin (22/8) terpantau berada di zona merah. Ketiga emiten tersebut diantaranya PT H.M Sampoerna Tbk (HMSP), PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM).
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, isu kenaikan harga rokok direspon negatif para investor dengan melakukan aksi ambil untung atau profit taking. “Investor di market benci ketidakpastian, belum ada statement resmi pemerintah hoax atau apa, tetapi sudah dimanfaatkan untuk profit taking,” ujar Edwin di Jakarta, Senin (22/8).

Berdasarkan data pergerakan saham Bloomberg, saham HMSP tercatat melemah 1,73 persen dari 4.040 per saham pada saat pembukaan, dan pada pukul 14.06 WIB berada pada level 3.970.
Saham WIIM terpantau turun 1,50 persen dari 400 per saham pada saat pembukaan, dan pada pukul 14.06 WIB berada pada level 394.

Saham GGRM terpantau paling besar terkoreksi hingga 2,06 persen, dari 68.000 per saham menjadi 66.250 per saham pada pukul 14.06 WIB.

Menurut Edwin, isu harga yang beredar tersebut masih perlu di periksa kebenarannya, karena hingga saat ini belum ada satu pun pihak yang menyatakan bahwa rokok telah naik seperti yang belakangan ini beredar di media sosial. “Mungkin berita tersebut tidak benar, sebatas wacana. Karena begini, kalau rokok Rp 50.000, orang beli rokok berkurang, kalau berkurang pendapatan emiten berkurang berarti cukai berkurang, otomatis pendapatan negara dari cukai berkurang dan beban APBN bertambah,” pungkasnya.