Sahid Group Gandeng Muamalat Kejar Target 6.441 Kamar

Sahid Group Gandeng Muamalat Kejar Target 6.441 Kamar

0
BERBAGI
Dirut Bank Muamalat Endy Abdurrahman bersama Pendiri Sahid Group, Sukamdani Sahid Gitosardjono

JAKARTA-Seperempat abad ikut menginisiasi pembentukan bank syariah di Indonesia, Sahid Group akhirnya resmi menggandeng PT Bank Muamalat Indonesia Tbk sebagai mitra pembiayaan bidang usaha pendidikan, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pengelolaan keuangan serta korporasi milik Sahid Group.

Diketahui Sahid Group memiliki target ekspansi korporasi di sektor hotel hingga akhir tahun 2017 mencapai 6.441. Selain itu, Sahid Properti juga dilakukan di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Di kawasan Indonesia timur dikembangkan Sahid Timika Lifestyle City, kawasan tengah Indonesia dikembangkan Sahid Sengigi Resort, Sahid Jaya Makassar dan Sahid Manado.

Sementara di kawasan barat Indonesia, dikembangkan Sahid Surabaya Condotel, Sahid Semarang Condotel, Sahid Yogya Lifestyle City, Sahid Bandar Lampung, Griyadi Bangka, dan Sahid Bintan Beach Resort.

Direktur Utama Bank Muamalat Endy Abdurrahman menuturkan, dengan ditandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Bank Muamalat dengan Sahid Group yang dikenal sebagai perintis usaha perhotelan akan mendukung upaya perbankan syariah memperluas jasa layanan mereka. “Kerjasama ini selain memiliki nilai ekonomi juga memperkuat ikatan sejarah antara Bank Muamalat dan Sahid Group karena Bapak Sukamdani Sahid Gitosardjono adalah salah satu tokoh di balik berdirinya Bank Muamalat. Bahkan, ide serius bank syariah di Indonesia hingga terwujud menjadi Bank Muamalat pun terjadi di Hotel Sahid Jaya, Jakarta (Sekarang dikenal sebagai Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta) seperempat abad lalu,” ujar Endy.

Pendiri Sahid Group, Sukamdani Sahid Gitosardjono menuturkan kerjasama pihaknya dengan Bank Muamalat diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelaku bisnis lainnya. Kerjasama ini sebab produk pembiayaan bank syariah sebenarnya sangat diminati pelaku usaha. “Pasalnya, bagi hasil yang ditawarkan bank syariah cenderung tetap. Tidak fluktuatif seperti bank konvensional. Selain itu, dengan kerjasama ini dapat menujukkan adanya kepercayaan kami sebagai pihak pebisnis terhadap kapasitas Bank Muamalat sebagai bank syariah yang semakin fokus memberikan layanan layanan retail,” tuturnya.

Dia berharap nota kesepahaman yang telah ditanda tangani dapat segera diwujudkan sehingga dapat menjadi praktik sosialisasi yang baik dan jelas mengenai kelebihan menggunakan jasa layanan perbankan syariah.