Sambil Bercucuran Air Mata, Warga Kepulauan Seribu Sebut Kasus Ahok Penuh Rekayasa

Sambil Bercucuran Air Mata, Warga Kepulauan Seribu Sebut Kasus Ahok Penuh Rekayasa

0
BERBAGI
Warga Kepulauan Seribu, Dewi Oji dan Hamidah Saleh

JAKARTA-Warga dari Pulau Panggang, Kepulauan Seribu mendesak Majelis Hakim membebaskan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari semua dakwaan karena persidangan dugaan penistaan agama ini penuh rekayasa. “Sidang ini harus dihentikan dan Pak Ahok harus dibebaskan. Kan aneh,  Pak Ahok di sidang dengan saksi-saksi yang tidak pernah hadir, melihat dan mendengar langsung penjelasan program oleh Gubernur DKI saat di Kepulauan Seribu,” ungkap Dewi Oji, warga Pulau Panggang yang hadir di depan Ruang Sidang Kementan Ragunan, Jakarta, Selasa (10/1).

Sambil meneteskan air mata Hamidah Saleh, warga Pulau Panggang yang juga hadir untuk memberikan dukungan kepada Ahok,  mengungkapkan kesedihannya atas fitnah penistaan agama yang berujung dijadikannya Ahok sebagai terdakwa. “Ini fitnah dan saya datang ke sini ikut menyaksikan sidang bukan karena ingin hura-hura. Tapi kasihan dengan Pak Ahok yang difitnah habis-habisan. Padahal dia sudah berbuat baik pada kita,  khususnya warga Kepulauan Seribu, “ucap Hamidah.

Dewi Oji dan Hamidah Saleh datang ke persidangan Basuki Tjahaja Purnama bersama sepuluh orang warga Pulau Panggang lainnya sejak kemarin dan bermalam di rumah famili mereka di kawasan Jakarta Barat. Mereka ingin memberi tahu warga Jakarta di daratan yang masih percaya Basuki menistakan agama adalah keliru dan mereka telah dibohongi oleh orang-orang yang punya kepentingan politik dan uang.  “Aneh,  orang Kepulauan Seribu mah biasa-biasa saja. Tapi kenapa orang Jakarta daratan ribut Pak Ahok menistakan agama. Gak ada penistaan agama,  kalau ada udah habis oleh orang pulau, ” jelas Dewi.

Jika persidangan tetap diteruskan dan Basuki tidak dibebaskan, menurut Dewi dan Hamidah semua ini sungguh sudah kelewat batas karena mengadili orang yang tidak bersalah. “Jelas sudah kelewatan,  orang baik difitnah dan didakwakan menista agama. Ini persidangan pepesan kosong,” tambah kedua warga Pulau Panggang itu.