Sammy Simorangkir Rela di Unfollow Gara-gara Ahok

25
Sammy Simorangkir

JAKARTA-Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali mendapat dukungan kalangan selebriti yaitu, Sammy Simorangkir. Penyanyi bersuara emas ini datang bersama calon istrinya Viviane.

Pria berusia 33 tahun ini menilai, Cagub nomor urut 2 ini memiliki kinerja yang baik yang pada gilirannya memberikan perubahan DKI Jakarta.

Terbukti, pembangunan jalan layang di Fatmawati yang akan rampung pada tahun 2018 mendatang. “Salah satu jalan yang sering saya lihat dan lewati Jalan Fatmawati. Saya sering bicara dengan Viviane, sebentar lagi ini akan lancar karena pembangunannya cepat banget. Itu yang sudah saya lihat dengan mata yang enggak asal bikin, asal bangun,” kata Sammy di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta, Jumat (16/12).

Dia pun mengaku siap menerima resiko terhadap pilihan mendukung Basuki. Salah satunya, Sammy harus menghadapi bully dan sindiran tajam baik dari teman satu profesi maupun netizen.

Sammy memang salah satu artis yang selalu mengunggah status di media sosial tentang kinerja Ahok.

Bahkan dia siap adu debat dengan temannya di media sosial mengenai kinerja Ahok-Djarot.  “Ada beberapa teman yang unshare saya karena saya nge-Path terus tentang kinerja Pak Ahok, kinerja Pak Djarot. Banyak lah saya adu debat di medsos sampai akhirnya saya di unshare, tetapi enggak apa-apa juga,” ujar Sammy yang sempat berbeda dengan Viviane tentang gubernur Jakarta.

Sammy mengaku tidak takut akan kehilangan pekerjaan lantaran mendukung Ahok-Djarot. Baginya, manusia tidak punya kuasa untuk menentukan rezeki dan pekerjaannya.

Sebab, dia percaya rezeki dirinya sudah diatur oleh Tuhan.

Sammy menceritrakan ihwal persilihannya dengan teman-temannya di sosial media hingga saat ini. Bahkan, dia dihapus dari pertemanan, lantaran kerap memprotes masalah rasis.

Sammy berpandangan, tak elok Indonesia masih berkutat dengan permasalahan rasis. Karenanya, mantan vokalis Kerispatih ini memberikan dukungan kepada Ahok.

Dia merasa, seorang pemimpin tak dilihat dari rasnya apa, melainkan dinilai dari kinerjanya bagaimana.”Saya cuma mau ngingetin, 15 Februari coblos nama Basuki-Djarot,” serunya.

Mengenai tanggapan yang menyerang Basuki , bahwa calon gubernur bukan hanya bisa bekerja tapi juga harus memiliki sopan santun dan bukan pemarah, Sammy malah menyindir mantan Gubernur DKI Jakarta yang bersikap santun namun kinerjanya masih kurang baik. “Pemimpin memang harus sopan. Tetapi ya jangan disalahkan juga. Kita kan juga punya mantan-mantan gubernur kita yang ngomongnya santun, kerjanya bener apa enggak. Saat ini yang kita cari, siapa yang bisa nandingin Ahok kerjanya. dan sampai saat ini belum ada yang nandingin kerjanya,” tukasnya.

Sammy juga menilai tidak mungkin Basuki marah tanpa sebab. Bahkan dia menyakini pasti ada sebab yang membuat putra Belitung itu marah. “Misal, Pak Ahok gak mungkin asal marah, misal orang buang sampah di tempatnya masa iya dimarahin. Tapi kalau masalah orang korupsi atau mencurangi rakyat kecil wajarlah Pak Ahok marah,” tutupnya.