SBY Biarkan Andi Arief, Citra Demokrat Makin Tergerus

32

JAKARTA-Masyarakat mempertanyakan sikap Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang terus diam terhadap ciutan Wasekjen Demokrat Andi Arief yang mengundang kegaduhan politik.

Adapun kegaduhan itu baik terkait hoax 7 kontainer surat suara tercoblos dan pernah akan boikot Pilpres 2019. Kondisi ini tentu akan merugikan Partai Demokrat pada Pemilu April 2019 nanti.

“Seharusnya sebagai pimpinan tertinggi partai, Pak SBY bisa mengklarifikasi cuitan tersebut. Karena ada upaya untuk mendeligitimasi penyelenggara pemilu, yaitu KPU. Apalagi ciutan itu dilakukan berkali-kali,” kata Pengamat politik dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, Rabu (9/1/2019).

Bahkan lanjut Lucius, Andi Arief pernah akan memboikot Pilpres 2019. Meski belum jelas alasannya. Tentu saja hal itu berarti Partai Demokrat akan menggagalkan ribuan calegnya di seluruh Indonesia yang sudah siap mengikuti kontestasi di Pilleg 2019 tersebut.

“Apalagi Pilpres saat ini berbeda dengan pilpres sebelumnya. Dimana kali ini adalah Pemilu serentak, Pilpres dan Pilleg bersamaan. Nah, jika Partai Demokrat berupaya memboikot Pilpres, bukankah ini aneh,” kata Lucius lagi.

Oleh karena itu, sambung Lucius, tindakan yang dilakukan Andi Arief tentu saja kontraproduktif dengan sikap Partai Demokrat sebagai peserta pemilu. Begitupun dengan sikap SBY yang selalu mengedepankan etika dan kesantunan dalam politik.

Untuk itulah lanjut Lucius, SBY perlu menjelaskan kepada masyarakat. Apalagi masa kampanye ini semua partai harus mencitrakan positif dan baik, agar mendapat simpati dan dipilih rakyat.

“Jadi sikap SBY yang membiarkan hal itu, maka jelas Demokrat yang dirugikan,” ungkapnya.

Namun, Lucius mengaku belum mengerti strategi politik rahasia SBY dengan terus mendiamkan sikap Andi Arief yang kontraproduktif tersebut.

“Apakah panik karena khawatir tak lolos masuk DPR? Saya tidak tahu. Yang jelas, semua partai dan kedua capres masih sama-sama mempunyai kesempatan untuk mendapat tempat di hati rakyat. Semua berpeluang untuk dipilih, terpilih, dan memenangi kontestasi pemilu itu,” pungkasnya. ***