Sektor Konstruksi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi di 2016

589

JAKARTA-Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta mengaku optimis ekonomi Indonesia masih dapat tumbuh lebih tinggi pada akhir tahun ini. Salah satu sektor yang dapat menyokong pertumbuhan ekonomi ke depan berasal dari sektor konstruksi. Alasannya, pembangunan infrastruktur akan terus berlangsung sampai akhir tahun 2016. “Jadi peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat masih ada,” ujar Arif di Jakarta, Selasa (9/8).

Seperti diketahui,  pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kuartal II tahun 2016 berhasil mencapai 5,18%.

Selain infrastruktur jelasnya sektor kemaritiman dan perikanan juga menjadi motor penggerak ekonomi. “Industri perikanan sedang dalam proses pembahasan. Kami menganggap perikanan sebagai bagian kemaritiman Indonesia dapat bergerak cepat untuk mendukung perekonomian nasional,” kata Arif.

KEIN lanjutnya mencoba mendorong agar para investor mengarahkan investasinya ke bidang usaha yang memiliki daya saing tinggi dan permanen. “Selama ini fokus investasi diarahkan ke industri infrastruktur. Padahal yang diketahui, sumbangan dari industri ini ke pendapatan ekonomi nasional hanya 18%-19%,” ujar Arif.

Dia menjelaskan investasi di sektor infrastruktur sifatnya hanya sesaat dan tidak kokoh. “Kami mengusulkan  kepada Presiden agar mengambil kebijakan mengarahkan investasi nantinya ke bidang manufaktur, seperti perikanan,” tuturnya.

Arif mengungkapkan, investasi di bidang manufaktur itu dapat menyumbang sekitar 35%-40% untuk perekonomian negara. Dia mengatakan, kebijakan investasi yang kuat harus diarahkan sesuai dengan potensi Indonesia di sumber daya alam dan manusianya.

Bidang lain yang mengangkat ekonomi nasional imbuhnya berasal dari pertanian. Data dari Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) yang menyatakan tidak ada kemarau pada tahun berikutnya, bisa dimanfaatkan untuk menggenjot pertumbuhan palawija agar kondisi ekonomi Indonesia di kuartal III dan IV tetap stabil, bahkan menanjak.